Komunitas Eco Enzyme Sampang Sambut HUT RI Ke-79 dengan Lomba Senam dan Merias di Bugar Gym Studio

Sampang 14 Agustus 2024 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79, Komunitas Eco Enzyme Sampang menggelar lomba senam dan merias di Bugar Gym Studio. Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota komunitas, yang masing-masing membentuk tim dan berkompetisi dengan penuh semangat.

Komunitas Eco Enzyme Sampang, yang diketuai oleh Umi Har, telah mempersiapkan rangkaian kegiatan lomba ini sebagai bagian dari perayaan HUT RI. “Lomba senam dan merias ini merupakan salah satu rangkaian dari berbagai lomba yang sebelumnya telah kami adakan. Kami ingin menciptakan suasana kebersamaan dan semangat nasionalisme di antara anggota komunitas,” ujar Umi Har.

Lomba senam yang diadakan di Bugar Gym Studio ini menampilkan berbagai gerakan yang energik dan penuh keceriaan. Setiap tim menunjukkan kreativitas mereka dalam menyusun koreografi dan penampilan yang menarik. Tidak kalah seru, lomba merias juga menjadi ajang unjuk kebolehan bagi anggota komunitas dalam menampilkan keterampilan mereka dalam seni rias.

Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan sorak sorai dan dukungan dari para peserta sekaligus penonton yang hadir. Pengurus dan anggota komunitas tampak sangat antusias, menciptakan suasana kompetitif yang tetap menjunjung tinggi sportifitas.

“Acara seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan antar anggota komunitas sekaligus menunjukkan bahwa kami juga peduli dengan kegiatan yang mendukung kesehatan dan kreativitas,” tambah Umi Har.

Dengan suksesnya lomba senam dan merias ini, Komunitas Eco Enzyme Sampang berharap dapat terus melanjutkan tradisi mengadakan kegiatan-kegiatan positif dalam rangka memperingati hari besar nasional, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan-kegiatan berbasis Eco Enzyme.

Kritik Sebagai Katalisator Kesuksesan: Refleksi dari Kutipan Guru Gembul tentang Kepemimpinan Jokowi dan Peran Rocky Gerung

Guru Gembul, dengan gaya khasnya yang santai namun sarat makna, menyampaikan pandangan bahwa kesuksesan Presiden Joko Widodo, yang ditandai dengan tingkat kepuasan publik mencapai hampir 80%, adalah hasil dari kritik pedas yang terus-menerus disuarakan oleh Rocky Gerung. Pernyataan ini mengandung ironi, sekaligus menunjukkan betapa pentingnya kritik dalam memajukan seorang pemimpin dan kebijakan yang diambilnya.

Kritik, terutama yang datang dari tokoh seperti Rocky Gerung, bisa dianggap sebagai bentuk perhatian dan kepedulian yang mendalam terhadap negara dan kebijakannya. Kritik semacam ini, yang tajam dan tidak jarang kontroversial, memaksa pemerintahan untuk berpikir ulang, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan yang mungkin tidak akan terjadi tanpa adanya dorongan tersebut. Dalam konteks ini, kritik bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan harus diterima sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.

Keberhasilan Jokowi, dengan tingkat kepuasan yang tinggi, bisa jadi bukan sepenuhnya karena kebijakan yang ia buat, tetapi juga karena ada pihak-pihak yang terus-menerus menyoroti kekurangannya. Kritik Rocky Gerung, meski kadang terlihat keras dan sinis, memaksa Jokowi untuk tidak hanya sekadar bertahan dalam zona nyaman, tetapi juga untuk terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan rakyat. Dalam demokrasi, peran oposisi atau pengkritik adalah sama pentingnya dengan pemerintah itu sendiri. Tanpa oposisi yang kuat, kebijakan bisa saja berjalan tanpa evaluasi yang kritis, dan ini bisa berujung pada stagnasi.

Namun, penting juga bagi kita untuk belajar bagaimana menyikapi kritik tersebut. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat perlu memahami bahwa kritik adalah bagian dari dialektika sosial yang diperlukan untuk membangun negara yang lebih baik. Kritik yang baik harus didasari oleh data dan analisis yang tajam, bukan sekadar opini tanpa dasar. Di sisi lain, mereka yang menerima kritik, termasuk pemerintah, harus mampu merespons dengan bijak, tanpa merasa terancam atau defensif.

Kutipan Guru Gembul ini mengingatkan kita bahwa kesuksesan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari seberapa baik ia menjalankan pemerintahan, tetapi juga dari seberapa tanggap ia terhadap kritik yang diterimanya. Lebih jauh lagi, ini menegaskan bahwa dalam demokrasi, peran pengkritik adalah sama vitalnya dengan peran pemerintah, dan kedua elemen ini harus bekerja secara harmonis untuk mencapai kemajuan yang diinginkan oleh rakyat.

Kemandekan “Gerak Jalan” dan Krisis Kepercayaan pada Pemerintahan Kabupaten Sampang

Gerak Jalan

Pemerintahan Kabupaten Sampang yang kini dipimpin oleh Pejabat (PJ) Bupati tampaknya tengah menghadapi krisis kepercayaan publik. Salah satu isu yang memicu kritik tajam dari masyarakat adalah ketidaksiapan pemerintah dalam menyelenggarakan acara tahunan “Gerak Jalan,” sebuah kegiatan yang telah menjadi tradisi untuk merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-79.

Gerak jalan ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat. Melalui partisipasi dalam acara ini, warga Sampang dapat merasakan kebersamaan, kebanggaan, dan semangat gotong royong yang merupakan bagian dari identitas bangsa. Namun, harapan masyarakat Sampang untuk merasakan kembali kebanggaan tersebut tahun ini terancam pupus.

Marnilem, Kepala Dinas yang biasa menyelenggarakan acara ini, menyatakan bahwa tidak ada anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Pernyataan ini bukan hal baru; sudah sering terdengar dalam berbagai kesempatan bahwa ketiadaan anggaran menjadi alasan utama pemerintah daerah untuk tidak mengadakan berbagai kegiatan publik. Namun, pertanyaannya adalah, apakah memang benar-benar tidak ada anggaran, atau justru alokasi anggaran yang kurang tepat sasaran?

Komentar dari berbagai forum diskusi grup juga mencerminkan kekecewaan masyarakat. Ada yang mempertanyakan apakah masyarakat perlu menggalang dana sendiri untuk menyelenggarakan gerak jalan ini. Bahkan, ada yang dengan sinis menyarankan agar pemerintah terlebih dahulu membubarkan lembaga terkait jika memang masyarakat diharapkan mengambil alih tanggung jawab tersebut.

Jika masyarakat yang harus menyelenggarakan acara ini, apa fungsi pemerintah? Bukankah tugas pemerintah adalah melayani dan memenuhi kebutuhan rakyatnya? Kegiatan seperti gerak jalan ini seharusnya menjadi prioritas dalam anggaran, terutama karena menyangkut penguatan nilai-nilai kebangsaan. Jika pemerintah tidak mampu melaksanakan tugas sederhana seperti ini, bagaimana dengan tanggung jawab yang lebih besar?

Ketidakmampuan pemerintah dalam menyelenggarakan gerak jalan ini menunjukkan kegagalan dalam manajemen anggaran dan perencanaan. Lebih dari itu, hal ini mencerminkan adanya krisis dalam prioritas kebijakan. Jika kegiatan yang dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme saja dianggap tidak penting, maka apa yang sebenarnya menjadi prioritas pemerintah saat ini?

Masyarakat Sampang berhak untuk mempertanyakan, berhak untuk menuntut transparansi, dan berhak untuk merasa kecewa. Pemerintah seharusnya menjadi pelindung dan penyelenggara kebutuhan rakyat, bukan sebaliknya, membuat rakyat merasa harus memikul beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dalam momentum HUT RI ke-79 ini, mari kita renungkan kembali peran dan fungsi pemerintah dalam melayani rakyatnya. Jika pemerintah Kabupaten Sampang terus mengabaikan hal-hal penting seperti ini, maka rakyat harus bersuara lebih keras, menuntut perubahan, dan memastikan bahwa pemerintah kembali ke jalur yang benar dalam melayani dan memprioritaskan kebutuhan rakyat.

Tabir Keluarga dalam Lingkaran Tapai

Di malam yang tenang, di bawah bayang-bayang pagar putihnya lampu menerangi, anggota Tapai Community berkumpul untuk sebuah diskusi kecil. Bukan sekadar berbincang biasa, namun percakapan ini membawa mereka lebih dalam ke dalam hati masing-masing, ke masalah-masalah yang sering kali menyelip di sudut-sudut rumah tangga.

Masalah keluarga, seperti yang mereka bahas, bukanlah tentang besar kecilnya sebuah persoalan. Terkadang, sebuah hal kecil bisa menjadi badai besar, jika tidak disikapi dengan bijak. Begitu pula sebaliknya, masalah yang tampak berat bisa terasa ringan bila dihadapi dengan kepala dingin dan hati yang lapang. Dalam diskusi ini, terungkap satu demi satu tabir peristiwa yang mungkin sering terjadi dalam rumah tangga—kesalahpahaman, harapan yang tak terucap, kekecewaan yang tersimpan.

Namun, anggota Tapai Community sepakat bahwa kunci dari semua itu adalah “No baper”—jangan bawa perasaan. Emosi yang meluap-luap hanya akan menambah berat beban, menyiram api pada bara kecil yang mungkin sebenarnya bisa diredam. Selain itu, mereka juga belajar untuk berhenti berharap berlebihan. Harapan yang terlalu tinggi hanya akan melahirkan kekecewaan yang mendalam ketika kenyataan tak sesuai ekspektasi.

Dalam lingkaran kecil itu, setiap kisah disampaikan dengan hati terbuka. Tidak ada penilaian, tidak ada perbandingan. Hanya ada pengertian dan empati. Mereka belajar bahwa setiap keluarga memiliki dinamika sendiri, setiap masalah membawa pelajaran yang berbeda. Tetapi, ketika hati sudah terlatih untuk tidak mudah tersinggung dan untuk selalu rendah hati dalam menghadapi harapan, segalanya menjadi lebih mudah diatasi.

Begitulah cara mereka menyikapi setiap masalah. Dengan tertawa bersama, melepas tawa dan bunyi yang terlepas dengan bau yang menyengat di tengah persoalan, dan dengan tulus melepaskan segala ego yang mungkin masih mengganjal. Menjelang pagi, mereka pulang dengan hati yang lebih ringan, dengan keyakinan bahwa setiap masalah bisa diatasi, asalkan dihadapi bersama dan dengan cara yang tepat.

Keluarga adalah tentang bagaimana kita menyikapi setiap tantangan, bukan tentang besar kecilnya masalah. Seperti halnya dalam Tapai Community, yang penting adalah tetap rendah hati, tidak mudah tersinggung, dan selalu menanamkan kebijaksanaan dalam setiap langkah.

Harapan: Sumber Penderitaan Manusia

Dalam hidup, harapan sering kali dianggap sebagai pelita yang menerangi jalan kita, memberikan makna dan tujuan. Namun, harapan juga memiliki sisi gelap yang jarang kita sadari. Di balik kilauan optimisme, harapan bisa menjadi sumber penderitaan yang mendalam, mengikat kita pada ilusi masa depan yang tak pasti.

Harapan adalah janji yang kita buat untuk diri sendiri, janji tentang masa depan yang lebih baik, tentang impian yang akan terwujud, atau tentang kebahagiaan yang menunggu di ujung jalan. Namun, ketika harapan-harapan ini tak terwujud, kita terperangkap dalam jaring kekecewaan. Perasaan frustrasi, marah, dan sedih muncul, karena apa yang kita bayangkan tak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Ketika kita berharap, kita sering kali lupa untuk hidup di masa kini. Harapan membuat kita terus memandang ke depan, sementara waktu terus berjalan. Kita menjadi tak sabar, dan dalam ketidaksabaran itu, kita mulai merasakan penderitaan. Harapan yang tak terwujud mengajarkan kita betapa rapuhnya perasaan kita, betapa mudahnya kita terjatuh dalam jurang keputusasaan.

Lebih dari itu, harapan juga bisa menjadi penjara yang tak kasat mata. Ketika kita terlalu berpegang teguh pada harapan, kita mengabaikan kenyataan yang ada. Kita menolak menerima hidup sebagaimana adanya, dan dalam penolakan itu, kita menemukan penderitaan yang lebih dalam. Alih-alih menerima dan merelakan, kita terjebak dalam siklus tak berujung antara harapan dan kekecewaan.

Namun, dalam penderitaan ini, terdapat pelajaran yang berharga. Harapan mengajarkan kita untuk lebih bijak dalam menempatkan ekspektasi, untuk lebih menerima hidup dengan segala ketidakpastiannya. Penderitaan yang berasal dari harapan bisa menjadi titik balik yang membawa kita pada pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan, tentang keindahan yang tersembunyi dalam menerima segala sesuatu apa adanya.

Mungkin, jalan untuk mengurangi penderitaan adalah dengan mengubah cara kita berharap. Bukannya berharap pada hal-hal yang berada di luar kendali kita, kita bisa berharap untuk menjadi lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih damai dalam menghadapi apa pun yang terjadi. Harapan tidak harus menjadi sumber penderitaan, jika kita mengalaminya dengan penuh kesadaran dan kebijaksanaan.

Pada akhirnya, harapan adalah bagian dari sifat manusia yang tak bisa dihindari. Namun, dengan memahami sisi gelapnya, kita bisa belajar untuk hidup dengan harapan yang lebih realistis dan seimbang, sehingga kita dapat mengurangi penderitaan dan menemukan kedamaian di dalamnya.

Kegiatan Pramuka SDN Rongtengah 4 Sampang Dilaksanakan Pulang Sekolah pada Hari Sabtu

Sampang – Sabtu 10 Agustus 2024, kegiatan Pramuka di SDN Rongtengah 4 Sampang berlangsung dengan penuh semangat setelah jam pulang sekolah. Kegiatan ini diadakan untuk meminimalisir benturan jadwal dengan sekolah Madrasah yang dilaksanakan pada sore hari, sehingga siswa dapat mengikuti keduanya tanpa ada kendala waktu.

Guru-guru SDN Rongtengah 4 turut terlibat langsung dalam memantau jalannya kegiatan Pramuka ini. Ibu Arinta, Pak Arif, dan beberapa guru lainnya tampak aktif berinteraksi dengan para siswa, memastikan semua kegiatan berjalan dengan lancar dan terkoordinasi dengan baik.

Dalam pelaksanaan teknis kegiatan Pramuka ini, siswa SMA turut berperan penting sebagai pembantu pelatih, khususnya dalam latihan baris-berbaris (PBB). Kehadiran mereka memberikan dukungan signifikan bagi siswa SDN Rongtengah 4 dalam memahami dan melaksanakan instruksi dengan benar.

Kegiatan Pramuka ini tidak hanya melatih keterampilan baris-berbaris, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan sejak dini kepada para siswa. Guru-guru berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa dan menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan.

Dengan adanya kegiatan Pramuka yang dilaksanakan setelah jam sekolah, diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tanpa terganggu oleh jadwal sekolah Madrasah di sore hari.

Makna Persahabatan dalam Komunitas Tapai Community

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang sering kali dipenuhi dengan ego dan jabatan, Tapai Community hadir sebagai sebuah oase di mana persahabatan yang sejati benar-benar tumbuh dan berkembang. Di sini, tidak ada ruang untuk embel-embel yang biasa membatasi kehangatan antara manusia. Di komunitas ini, kita belajar untuk tertawa bersama, bahkan hingga kentut pun menjadi bagian dari candaan yang mempererat persahabatan.

Dalam pepatah yang sering kita dengar, jika seseorang masih mudah tersinggung, mungkin jiwanya belum sepenuhnya sehat. Ini mengingatkan kita bahwa kedewasaan emosional datang dari kemampuan untuk melepas hal-hal kecil yang tidak perlu, termasuk benci dan iri yang sering kali menyelubungi hati. Di Tapai Community, kita berkomitmen untuk saling mendukung, tertawa lepas tanpa batasan, dan menyingkirkan segala bentuk prasangka yang bisa merusak persaudaraan.

Persahabatan di sini bukan sekadar berbagi momen, melainkan juga proses penyembuhan. Tertawa bersama, tanpa batas, adalah obat terbaik yang dapat kita berikan satu sama lain. Dengan melepaskan segala beban hati, kita menemukan kebahagiaan sejati yang hanya bisa dirasakan dalam persahabatan yang tulus.

Mari teruskan semangat ini, tertawa terbahak-bahak bersama, dan buang jauh-jauh segala benci yang melekat. Karena hanya dengan hati yang ringan dan jiwa yang sehat, kita bisa benar-benar menikmati keindahan persahabatan yang diberikan oleh Tapai Community.

Untuk Nada, yang Selalu Merindukan Ba Nenek

Di antara bisikan angin dan gemerisik dedaunan di makam Ba Nenek, kau berdiri di sana, Nada. Mata kecilmu menatap nisan dengan penuh rindu, dan dalam diam, hatimu berbicara. Orang-orang sering berkata kau mirip sekali dengan Ba Nenek—bukan hanya wajahmu, tapi juga caramu tersenyum, caramu berbicara, bahkan cara hatimu begitu lembut merasakan dunia.

Hari ini, kau datang untuk nyekar, membawa setangkai bunga dan segenap cinta yang tak pernah pudar. Kau mungkin masih kecil, tapi hatimu sudah dewasa, penuh dengan rasa hormat dan cinta untuk seseorang yang begitu berarti. Ketika tanganmu yang mungil menaburkan bunga di atas tanah yang kering, doamu melambung tinggi, melintasi awan, menuju Ba Nenek di alam sana.

Ingat, Nada, apa yang selalu Ba Nenek katakan? “Jangan pernah lupa berdoa, di manapun kau berada.” Ba Nenek percaya, doamu adalah jembatan yang akan selalu menghubungkan kalian, meskipun jarak dan waktu mencoba memisahkan. Di pondok, di rumah, di manapun kau berada, setiap kali kau menengadahkan tanganmu, Ba Nenek akan tersenyum dari kejauhan.

Nada, ketahuilah, meskipun Ba Nenek sudah tiada, dia tetap hidup dalam setiap kebaikan yang kau lakukan, dalam setiap doa yang kau panjatkan. Kau adalah bagian dari dirinya, dan selama kau mengingat dan mendoakannya, dia akan selalu bersamamu—melindungi, membimbing, dan mencintaimu dengan seluruh hatinya.

Teruslah berdoa, Nada, dengan keyakinan bahwa cinta Ba Nenek tak akan pernah hilang, sama seperti cinta dan doa yang kau panjatkan untuknya, tak akan pernah terhenti.

Kebersamaan Ibu-Ibu Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat

Kebersamaan komunitas EEN Sampang Hebat

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang kerap kali membuat kita lupa akan arti kebersamaan, terdapat sekelompok ibu-ibu hebat di Sampang yang menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Mereka adalah ibu-ibu dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat, dengan Umi Suhartini sebagai pelopor yang penuh dedikasi.

Umi Suhartini, sosok yang dikenal dengan semangat juang dan kepeduliannya, memulai langkah ini dengan satu tujuan mulia: memperkenalkan dan mengajarkan penggunaan Eco Enzyme sebagai solusi ramah lingkungan di tengah masyarakat. Berawal dari keyakinan bahwa setiap orang bisa berkontribusi bagi kelestarian bumi, beliau tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga bergerak untuk menciptakannya.

Dengan ketekunan dan kehangatan hati, Umi Suhartini mengajak ibu-ibu lainnya untuk bergabung dalam komunitas ini. Beliau tidak hanya memberikan pengetahuan tentang cara membuat Eco Enzyme, tetapi juga menanamkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Setiap pertemuan menjadi momen berharga, di mana canda tawa dan cerita-cerita inspiratif mengalir, memperkuat ikatan di antara mereka.

Umi Suhartini selalu menekankan bahwa keberhasilan komunitas ini tidak terlepas dari kekompakan dan kerjasama. Ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat, seperti Ibu Rasmiati, Umi Tatik, Umi Muazah dan banyak lainnya, turut menyumbangkan waktu dan tenaga mereka dengan sukarela. Mereka menyadari bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.

Kebersamaan mereka tercermin dalam setiap kegiatan sosialisasi dan workshop yang diadakan. Dalam semangat berbagi, mereka mengunjungi berbagai desa, termasuk Panggung, untuk memberikan edukasi tentang manfaat Eco Enzyme. Dengan penuh antusias, ibu-ibu ini mengajarkan cara-cara pembuatan Eco Enzyme dari bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di sekitar kita. Kehangatan dan keramahan yang mereka bawa menjadikan setiap pertemuan sebagai ajang silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan.

Tidak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, ibu-ibu Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat juga aktif melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Mereka secara rutin mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan dan mengaplikasikan Eco Enzyme pada tanaman dan lahan pertanian. Hasilnya, tidak hanya lingkungan menjadi lebih bersih, tetapi juga produktivitas pertanian meningkat, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Umi Suhartini dan ibu-ibu komunitas ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian dapat membawa perubahan positif. Melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan penuh cinta dan kebersamaan, mereka telah menunjukkan bahwa setiap orang bisa menjadi pahlawan bagi lingkungan. Komunitas ini adalah cerminan dari semangat gotong royong yang menjadi warisan budaya bangsa, yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.

Dengan terus menebarkan semangat dan ilmu, Umi Suhartini beserta ibu-ibu lainnya berharap lebih banyak lagi masyarakat yang terinspirasi untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan. Kebersamaan mereka adalah kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, sebuah inspirasi bagi kita semua bahwa perubahan besar selalu dimulai dari hati yang tulus dan langkah kecil yang dilakukan bersama.

Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat Sambut HUT RI ke-79 dengan Lomba Meriah

Sampang, 7 Agustus 2024 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat mengadakan berbagai lomba yang penuh keceriaan dan semangat kebersamaan. Acara ini berlangsung di Bugar Gym Studio, Jalan Mangkubumi, Sampang, dan dipimpin oleh koordinator lomba, Ibu Hj. Wiwik.

Acara yang diselenggarakan pada hari ini menampilkan dua lomba utama yang menarik perhatian peserta dan penonton, yaitu lomba Nyo’on Keddhang dan membawa kelereng dengan sendok di mulut. Suasana tampak riuh dengan tawa dan sorak-sorai para peserta serta penonton yang hadir.

Dalam lomba Nyo’on Keddhang, peserta diharuskan untuk berjalan cepat sambil berjoget ria, sebuah tradisi yang diadaptasi dari budaya lokal Madura. Sedangkan lomba membawa kelereng dengan sendok di mulut, menguji keseimbangan dan ketangkasan para peserta dalam membawa kelereng di atas sendok tanpa terjatuh.

“Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan dan penuh kebersamaan dalam menyambut hari kemerdekaan ini. Lomba-lomba ini tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota komunitas dan masyarakat sekitar,” ujar Ibu Hj. Wiwik.

Para peserta dari berbagai usia turut berpartisipasi dalam acara ini, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kegembiraan dan semangat kemerdekaan terlihat jelas di wajah mereka. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui penggunaan eco enzyme.

Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat, yang dikenal aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan, berharap acara ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Dengan berakhirnya lomba-lomba tersebut, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat berhasil menciptakan momen yang penuh kegembiraan dan semangat kebersamaan dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-79. Acara ini ditutup dengan makan bersama yang dibawa oleh pengurus dan anggota sembari menunggu lomba berikutnya yakni lomba merias, dibagikan juga hadiah kepada para pemenang nantinya setelah semua lomba usai.

Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79, Merdeka!