Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat Sambut Ibu Hj. Uswatun Hasanah dengan Sholawatan

Foto Bersama Komunitas Eco Enzyme Sampang

Pada hari yang penuh haru dan syukur, Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat menyambut kepulangan Ibu Hj. Uswatun Hasanah, yang akrab disapa Ibu Tutun, di rumahnya. Sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan oleh para hadirin dan diiringi dengan lantunan sholawat yang khusyuk.

Suasana haru menyelimuti acara tersebut, di mana anggota komunitas dan kerabat dekat Ibu Tutun menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur. Ibu Tutun, yang baru saja kembali dari perjalanan ibadah di Kota Mekah, menceritakan dengan singkat pengalamannya selama di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, dengan izin Allah, saya diberikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan ke Mekah hingga kembali ke rumah,” ungkap Ibu Tutun dengan wajah berseri-seri. Perjalanan spiritual yang dijalaninya di kota suci ini menjadi pengalaman yang penuh makna dan memperkuat imannya.

Sholawatan terus berkumandang  memperkuat suasana kekhidmatan acara tersebut. Selain untuk menyambut kepulangan Ibu Tutun, acara ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat.

Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat, di bawah kepemimpinan Umi Suhartini, terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Kehadiran Ibu Tutun dalam acara tersebut memberikan semangat baru bagi anggota komunitas untuk terus berbuat kebaikan dan menjaga lingkungan.

Dengan penuh harapan dan doa, seluruh anggota komunitas mengucapkan selamat datang kepada Ibu Tutun dan mendoakan agar pengalaman spiritualnya di Mekah dapat membawa berkah bagi keluarga dan komunitas.

Rayon Gunong Sekar INKAI Kabupaten Sampang Raih Juara 3 kelas OPEN di Kejuaraan Martial Arts Champions Open & Festival 2024

Malang, 20 Juli 2024 – Rayon Gunong Sekar Kabupaten Sampang berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara 3 dalam kejuaraan Martial Arts Champions Open & Festival yang diadakan oleh KONI RI CUP Cabang Olahraga Karate 2024 di Kanjuruhan Malang.

Dwipa dan Ribi, dua atlet berbakat dari Sampang, sukses membawa nama baik daerah mereka dengan penampilan yang memukau. Di bawah bimbingan pelatih Herman Setiawan, mereka menunjukkan kemampuan dan semangat juang yang tinggi, mengalahkan berbagai lawan tangguh dari berbagai daerah di Indonesia.

Kejuaraan ini diikuti oleh berbagai kontingen dari seluruh penjuru negeri, menjadikan persaingan sangat ketat. Namun, Dwipa dan Ribi berhasil menunjukkan teknik dan strategi yang unggul, sehingga mengantarkan mereka meraih posisi ketiga yang membanggakan.

Pelatih Herman Setiawan menyatakan kebanggaannya atas pencapaian anak asuhnya tersebut. “Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi yang luar biasa dari Dwipa dan Ribi. Mereka telah berlatih dengan tekun dan penuh semangat. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Rayon Gunong Sekar, tetapi juga seluruh Kabupaten Sampang,” ujarnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet muda lainnya di Kabupaten Sampang untuk terus berlatih dan berprestasi di berbagai ajang kompetisi. Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan prestasi olahraga di Sampang.

Dengan pencapaian ini, Dwipa dan Ribi tidak hanya menjadi kebanggaan Rayon Gunong Sekar dan Kabupaten Sampang, tetapi juga membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, prestasi tinggi dapat diraih.

Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat Berpartisipasi dalam Pembuatan 100 Kg Eco Enzyme untuk HUT ke-5

Pengurus dan anggota membuat Eco Enzyme

Sampang, 17 Juli 2024 – Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat ikut berpartisipasi aktif dalam rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Eco Enzyme dengan membuat Eco Enzyme sebanyak 100 kilogram. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota komunitas yang bersama-sama bekerja keras untuk memenuhi target tersebut.

Ketua Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat, Umi Suhartini, mengungkapkan rasa bangganya atas partisipasi dan semangat gotong-royong yang ditunjukkan oleh anggota. “Kami sangat bersemangat dan antusias untuk ikut berkontribusi dalam acara ini. Selain sebagai wujud perayaan HUT ke-5, kami juga ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pembuatan 100 kilogram Eco Enzyme ini tidak hanya sebagai bentuk partisipasi dalam perayaan, tetapi juga untuk kebutuhan dan kemanfaatan masyarakat. Eco Enzyme yang dihasilkan akan digunakan untuk membersihkan sungai dan lingkungan sekitar. Selain itu, produk ini juga akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik untuk keperluan rumah tangga maupun pertanian.

“Eco Enzyme memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersihan air hingga penggunaan dalam pertanian organik. Kami berharap dengan kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan bahan alami untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Umi Suhartini

Para anggota komunitas terlihat antusias dan kompak selama proses pembuatan Eco Enzyme. Mereka berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Kami bangga bisa ikut serta dan memberikan kontribusi nyata. Semoga langkah kecil ini bisa membawa dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar salah satu anggota komunitas.

Acara HUT ke-5 Eco Enzyme ini menjadi momentum penting bagi Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui partisipasi aktif seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk menjaga dan merawat alam sekitar.

Santunan Anak Yatim oleh Bugar Gym Studio Berlangsung Sukses

Meriahnya acara Santunan Anak Yatim

Sampang – Bugar Gym Studio kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan menggelar acara santunan anak yatim pada Rabu, 17 Juli 2024. Acara yang diprakarsai oleh Yuyun Hariyati, pemilik sekaligus trainer yoga, senam, dan meditasi di Bugar Gym Studio, berlangsung di Rocket Chicken, tepatnya di sebelah timur MAN Sampang.

Yuyun Hariyati menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan seluruh anggota Bugar Gym Studio yang telah berpartisipasi dalam acara ini. “Tanpa dukungan dan kontribusi dari para donatur serta anggota, acara ini tidak akan terlaksana dengan baik. Terima kasih banyak atas segala bentuk bantuan yang diberikan,” ungkap Yuyun.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 30 anak yatim yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka menikmati makan bersama di Rocket Chicken, yang disambut dengan sukacita oleh seluruh anak-anak yang hadir.

Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan, dilanjutkan dengan pembagian parcel dan uang santunan kepada anak-anak yatim yang hadir. Senyum bahagia terlihat di wajah mereka, mencerminkan kebahagiaan dan harapan dari acara tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, Bugar Gym Studio berharap dapat terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan terus menjalin tali silaturahmi dengan sesama. Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat Adakan 4 Agenda Sekaligus di Bulan Muharram

Sampang, 17 Juli 2024 – Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat menggelar empat agenda sekaligus di bulan Muharram, sebuah langkah yang mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Agenda-agenda ini meliputi senam rutinitas setiap hari Rabu, santunan anak yatim, perayaan HUT Eco Enzyme Nusantara yang ke-5, dan pembuatan Eco Enzyme sebanyak 100 kg.

Senam rutinitas yang diadakan setiap hari Rabu menjadi salah satu kegiatan yang sangat dinantikan oleh anggota komunitas. Selain untuk menjaga kebugaran, senam ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para anggota.

Agenda santunan anak yatim menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu. Dalam kegiatan ini, komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat memberikan bantuan kepada anak-anak yatim yang membutuhkan, menunjukkan kepedulian sosial mereka terhadap sesama.

Yang tidak kalah penting, dalam rangka memperingati HUT Eco Enzyme Nusantara yang ke-5, komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat membuat Eco Enzyme sebanyak 100 kg. Pembuatan Eco Enzyme ini melibatkan partisipasi aktif dari para ibu-ibu dan nenek-nenek, menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang tinggi.

Ketua Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat, Umi Suhartini, menyampaikan bahwa acara ini tidak akan bisa terlaksana tanpa adanya dukungan dari pengurus, anggota tim, relawan, dan donatur. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kita dan generasi kita selanjutnya di masa depan,” ujarnya.

Dengan berbagai agenda yang telah dilaksanakan, komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk terus berbuat kebaikan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Pejuang Tangguh Lingkungan Sehat dengan Eco Enzyme: Umi Suhartini dan Ibu Rasmiati

Dalam usaha menyelamatkan bumi, Umi Suhartini dan Ibu Rasmiati adalah contoh pejuang tangguh yang patut diapresiasi. Dua nenek-nenek ini rela menjadi pemulung sampah organik, mengumpulkan sisa-sisa buah dari penjual di pasar dan pinggir jalan. Keberanian mereka untuk terjun langsung ke lapangan demi mengumpulkan bahan dasar Eco Enzyme sangat menginspirasi.

Eco Enzyme adalah larutan multifungsi yang dihasilkan dari fermentasi sampah organik, seperti sisa buah dan sayuran, gula, dan air. Produk ramah lingkungan ini memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersih rumah tangga hingga pupuk tanaman. Dengan penggunaan Eco Enzyme, sampah organik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, mengurangi limbah, dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat.

Menyambut hari jadi Eco Enzyme yang ke-5, komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat berinisiatif untuk membuat 100 liter Eco Enzyme. Produk ini akan dibagikan kepada masyarakat untuk memperkenalkan dan mempromosikan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas dalam komunitas tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pelestarian lingkungan.

Dengan semangat yang tidak pernah padam, Umi Suhartini dan Ibu Rasmiati bersama komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Upaya mereka dalam mengumpulkan sampah organik dan membuat Eco Enzyme adalah bukti nyata bahwa setiap orang, tanpa memandang usia, dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Mari kita dukung dan bergabung dalam gerakan ini, demi bumi yang lebih sehat dan masa depan yang lebih baik.

Memperkaya Warisan Budaya: Para Nyi Ageng MTD Trunojoyo Tasyakuran & Ter-Ater Tajin Sorah di Pebabaran Trunojoyo

Nyi Ageng Aak | NYI Ageng Eny|
Nyi Ageng Juwita

Di tengah gemerlapnya modernitas, Pebabaran Trunojoyo di Sampang tetap teguh memegang nilai-nilai warisan budaya leluhur. Salah satu tradisi yang masih dijaga dengan penuh kekhusyukan adalah acara Tajin Sorah atau Bubur Asyura yang diselenggarakan oleh para Nyi Ageng MTD Trunojoyo.

Tajin Sorah: Memelihara Tradisi Leluhur

Tajin Sorah merupakan sebuah ritual yang tidak hanya sekadar santap bersama, tetapi juga sarat makna religius dan sosial. Acara ini diselenggarakan di Pebabaran Trunojoyo sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian antaranggota MTD Trunojoyo serta sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur mereka. Dalam kegiatan ini, ter-ater tajin sorah disajikan kepada tetangga dan keluarga besar MTD Trunojoyo, menunjukkan kehangatan dan solidaritas di antara komunitas tersebut.

Pembukaan dengan Doa dan Sambutan Hangat

Rangkaian acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Ketua MTD Trunojoyo, Ustad Suadi Akas, sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan berkah dari Tuhan atas kesempatan untuk menjaga tradisi ini. Doa ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Bagus dan Bapak Buchori, selaku wakil ketua MTD Trunojoyo Sampang, yang menyoroti pentingnya melestarikan budaya leluhur dalam era modern.

Peran Nyi Ageng dalam Persiapan Tajin Sorah

Para Nyi Ageng, seperti Nyi Ageng Juwita, Nyi Ageng Aak, dan Nyi Ageng Eny, memainkan peran kunci dalam menyediakan hidangan tajin. Mereka tidak hanya sebagai penyaji, tetapi juga sebagai penjaga keaslian rasa dan makna dari hidangan ini. Keahlian mereka dalam mempersiapkan tajin sorah menjadi inti dari keseluruhan acara, menambah keistimewaan dan kehangatan dalam setiap sajian yang disajikan.

Menyampaikan Warisan Budaya kepada Generasi Muda

Acara Tajin Sorah tidak hanya bertujuan untuk mempererat hubungan sosial antar anggota MTD Trunojoyo, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkenalkan dan mengenalkan budaya leluhur kepada generasi muda. Dengan menghadirkan tradisi ini dalam konteks yang relevan dan bermakna, diharapkan mereka dapat mewarisi dan melanjutkan perawatan nilai-nilai budaya yang kaya dan berharga.

Tajin Sorah di Pebabaran Trunojoyo bukan sekadar perayaan kuliner, tetapi sebuah perayaan kebersamaan, keagamaan, dan penghargaan terhadap warisan budaya yang diperjuangkan oleh para Nyi Ageng dan komunitas MTD Trunojoyo. Dengan terus menjaga dan memelihara tradisi ini, diharapkan kehangatan dan kekompakan komunitas ini dapat terus terjaga, sementara warisan budaya mereka tetap hidup dan bernilai dalam zaman yang terus berubah.

“Jembatan Rindu dalam Kesunyian”

Di dalam malam yang hening dan sunyi,
Tergambar wajah-wajah yang kini jauh,
Bapak, Ibu, dalam kenangan abadi,
Kerinduan ini tak pernah berlabuh.

Tak terasa waktu berlari, meninggalkan,
Jejak-jejak cerita yang tak terulang lagi,
Namun, hangat pelukan dan senyum manismu,
Selalu hidup di dalam hati ini.

Saudaraku, jarak bukanlah pemisah nyata,
Meski dekat, namun terasa ada dinding tak kasat,
Adakah kerinduan yang sama di hatimu?
Ataukah kita terjebak dalam kesibukan dunia?

Di setiap detik, aku berharap,
Ada waktu untuk mengenang dan berjumpa,
Menyatukan kembali hati yang terpisah,
Menyembuhkan rindu yang lama terpendam.

Bapak, Ibu, dalam doa aku memanggil,
Saudaraku, dalam harap aku menanti,
Semoga cinta ini menjadi jembatan,
Menghubungkan jiwa-jiwa yang merindukan.

Bersama angin malam, aku titipkan pesan,
Untuk jiwa-jiwa yang tercinta,
Kerinduan ini tak pernah padam,
Sampai kita bertemu kembali dalam cinta.

Pak Buhori, Sang Pujangga MTD Trunojoyo, Hadir di Acara Ajhar Ampaghan JembareAte

Sang Pujangga Bapak Buhori

Dalam acara Ajhar Ampaghan yang diselenggarakan oleh JembareAte, hadir seorang tokoh yang dikenal luas dengan julukan Pujangga MTD Trunojoyo, yaitu Pak Buhori. Acara ini, yang diadakan untuk menghimpun para pecinta seni dan budaya, mendapatkan banyak apresiasi dari para hadirin. Pak Buhori, dengan pengalamannya yang kaya sebagai seorang pujangga, memberikan penilaian bahwa acara ini cukup bagus dan menarik.

Namun, menurut Pak Buhori, terdapat sedikit kendala dalam pemahaman para hadirin terhadap tema yang diusung. Hal ini terbukti ketika sesi tanya jawab, di mana beberapa pertanyaan yang diajukan sedikit melenceng dari topik yang dibahas. Meskipun demikian, semangat dan antusiasme para peserta tetap terlihat tinggi sepanjang acara.

Dalam salah satu sesi, seorang pemateri menampilkan puisi dan tembang yang memukau para hadirin. Hal ini membangkitkan jiwa seni Pak Buhori untuk ikut serta menampilkan hasil karyanya. Sayangnya, karena waktu yang semakin larut dan terbatas, Pak Buhori memutuskan untuk tidak membacakan puisi-puisinya di hadapan para peserta.

Perlu diketahui bahwa Pak Buhori bukan hanya dikenal sebagai seorang pujangga, tetapi juga seorang penulis yang produktif. Beliau telah menulis puluhan buku dan puisi yang kaya akan nilai-nilai budaya dan sastra. Meski sudah menginjak usia senja, hampir 80 tahun, semangat belajar dan berkarya Pak Buhori tetap menyala. Beliau terus berusaha memberikan kontribusi terbaiknya dalam dunia seni dan sastra, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mencintai budaya bangsa.

Kehadiran Pak Buhori dalam acara Ajhar Ampaghan JembareAte tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang dedikasi dan cinta terhadap seni dan budaya. Semoga karya-karya beliau terus menjadi inspirasi dan dikenang oleh generasi mendatang.

Melestarikan Budaya Tajin Sorah: Tradisi Berbagi dan Merajut Persaudaraan dalam Bulan Muharram

Bulan Muharram selalu menjadi waktu yang istimewa bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan lokal. Salah satu tradisi yang kian dilupakan namun dihidupkan kembali oleh para aktivis budaya dari organisasi MTD Trunojoyo Sampang, yaitu Tajin Sorah atau yang dikenal juga dengan sebutan Bubur Muharram.

Tajin Sorah bukan sekadar hidangan, tetapi sebuah warisan budaya yang kaya akan makna. Inisiatif untuk menghidupkan kembali tradisi ini datang dari tiga tokoh inspiratif: Juwita, Aak, dan Eny, yang aktif dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda dan masyarakat sekitar.

Organisasi kebudayaan MTD Trunojoyo Sampang menjadi panggung utama di mana kegiatan ini berlangsung. Mereka tidak hanya sekadar membuat Tajin Sorah, tetapi juga mengadakan acara ter-ater Tajin, di mana hidangan ini dibagikan kepada tetangga, sanak keluarga, dan kolega. Hal ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati hidangan tradisional, tetapi juga momen untuk mempererat tali persaudaraan dan membangun solidaritas sosial di komunitas.

Tajin Sorah sendiri merupakan simbol kerukunan dan keberagaman dalam budaya lokal, mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang telah mengakar kuat di tengah-tengah masyarakat. Melalui inisiatif seperti ini, Juwita, Aak, dan Eny tidak hanya menghidupkan kembali warisan leluhur, tetapi juga mendorong generasi muda untuk mencintai dan membanggakan kebudayaan mereka sendiri.

Dengan memperkenalkan Tajin Sorah ke khalayak lebih luas, mereka berharap agar tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas budaya lokal. Dengan demikian, bulan Muharram bukan hanya sekadar peringatan agama, tetapi juga perayaan akan keberagaman budaya yang memperkaya dan memperkuat persatuan bangsa.