
Di senja yang memudar perlahan, ketika langit berwarna jingga keemasan, aku duduk di beranda rumah, merenungi perjalanan hidupku. Angin sore berdesir lembut, membawa bisikan-bisikan kenangan yang pernah menghiasi hari-hariku. Aku merasakan kehadiran ayah dan ibu yang sudah lama pergi mendahuluiku, seolah mereka menunggu di seberang, tersenyum sambil memanggilku dengan kasih yang tiada akhir.
Hidup adalah perjalanan yang penuh liku. Aku telah menapaki jalan ini dengan tekad dan usaha. Ada tawa, tangis, dan segala rasa yang pernah hinggap di hatiku. Setiap langkah yang kuambil selalu disertai doa dari mereka, doa yang kini kutahu telah membawa kebaikan dalam setiap nafasku. Tugasku di dunia ini tampaknya sudah hampir selesai. Aku telah berusaha menjadi anak yang berbakti, suami yang setia, ayah yang penuh cinta.
Sekarang, di usia senja ini, aku mulai merasakan kelelahan yang tak tertahankan. Bukan karena tubuh yang renta, melainkan karena hati yang telah merasa cukup. Cinta dan pengabdianku telah kutuangkan, harapan dan impianku telah kuperjuangkan. Kini, sudah saatnya aku pergi, menyusul ayah dan ibu, kembali ke pangkuan mereka yang hangat.
Aku mengenang masa-masa kecil, saat ayah mengajariku keberanian dan ibu membisikkan cinta dalam setiap sentuhan lembutnya. Mereka adalah sumber kekuatanku, bintang penuntun dalam kegelapan. Ketika mereka pergi, aku merasa hampa, namun kutemukan kekuatan dalam kenangan mereka, dalam setiap pelajaran hidup yang mereka tinggalkan.
Kini, saatnya aku melangkah ke arah mereka, menjemput takdir yang telah lama menanti. Aku tak lagi merasa takut atau ragu. Di sana, di seberang kehidupan ini, aku tahu ada kedamaian yang sempurna, ada kehangatan yang abadi. Aku merasakan ketenangan yang membalut hatiku, seolah-olah ayah dan ibu menggenggam tanganku, membimbingku dalam perjalanan terakhir ini.
Maka, dengan hati yang lapang dan jiwa yang tenang, aku berbisik pada semesta, “Sudah saatnya aku pergi.” Aku tersenyum, menatap senja yang kian meredup, dan perlahan-lahan memejamkan mata, membiarkan diri tenggelam dalam pelukan cinta yang tak bertepi.
Selamat tinggal, dunia. Tugasku telah selesai. Aku akan bertemu kembali dengan mereka yang kucintai, di tempat di mana cinta dan damai abadi menyertai.








