Bulan Maulid “Menguji kebijaksanaan Panitia Masjid”

Bulan Maulid adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, bagi orang yang beragama Islam setiap tahun akan merayakan di rumah bagi yang mampu, ataupun di masjid sekitar dengan berbondong-bondong memberikan berkat Untuk diberikan ke orang-orang yang hadir, atau yang sudah ditentukan oleh panitia masjid.

Ketika sudah hari yang sudah ditentukan oleh panitia acara dimulai di masjid, biasanya bertepatan dengan 12 Rabi’ul Awal, masing-masing orang yang datang akan diberikan satu persatu berkat hasil dari sumbangan orang-orang sekitar, setiap orang akan mendapatkan 1 atau lebih berkat dari panitia, yang dikasihkan ke orang-orang sudah dipilih yang berkat yang isinya biasa atau kurang bagus, dari jajanan anak, nasi kotak ataupun lainnya, bagi pembaca doa diberikan agak bagus dari orang yang biasa.

Selebihnya makanan atau jajan yang enak-enak menjadi jatah panitia yang sebelumnya sudah dipilih dan disembunyikan ditempat yang aman, hampir puluhan makanan enak-enak menjadi santapan terakhir oleh panitia yang disiapkan untuk dibawa pulang.

Banyak perbincangan di kalangan masyarakat setiap tahunnya yang jatah untuk panitia maulidan selalu bancaan untuk dibawa pulang pasti enak-enak dan berlimpah ruwah, ‘enak ya jadi panitia bisa bawa banyak jajan dan enak-enak, hampir 10 sampai 20 jenis makanan berbeda‘ ujar salah satu warga.

Disisi yang lain panitia berujar, kita ini panitia, yang menyiapkan acara, bersih-bersih, pastik capek, jadi wajarlah bisa mendapatkan jatah yang banyak.

Dan pada akhirnya kita tidak bisa mencari titik temu, siapa yang benar dan siapa yang salah, dan menurut orang yang bijak, menjadi panitia itu membutuhkan tenaga ekstra, pasti capek, tapi ambil makanan sewajarnya, berikan yang terbaik untuk para undangan, sekiranya kurang bagus, kasih 2 atau lebih dan pantas, jika panitia merasa kurang itu sudah seharusnya menjadi pelayan yang baik untuk para undangan.

Para undangan juga harus memahami posisi panitia yang sudah bekerja keras untuk melayani sebaik-baiknya, jika sudah mendapatkan, ya sudah itu rejekinya, jadi pada dasarnya semua diuji untuk tidak menghujat satu sama lainnya, serakah, tamak ketika orang sudah dihadapkan pada posisi seperti ini akan di uji, dan tentunya semua akan kembali kepada dirinya sendiri.

Semarakkan HUT Eco Enzyme Nusantara ke-4 tahun | EEN Sampang Hebat Gelar Senam, Spraying, Sosialisasi dan Bagi Eco enzyme

Bertepatan hari minggu, tanggal 17 September 2023 berkumpul di sekretariat Jl. Rajawali 60 Sampang Jawa Timur, jam 05.30 WIB pengurus dan anggota komunitas eco enzyme nusantara menyiapkan diri untuk sambut Hari Ulang Tahun Eco Enzyme yang ke 4 tahun.

Acara ini tidak hanya dilakukan di Kabupaten Sampang saja, namun secara serentak hampir seluruh kabupaten di seluruh Indonesia menyiapkan diri bersama-sama serentak melakukan aktivitas dengan zoom meeting atau media daring menampilkan kegiatan di masing-masing daerahnya.

Komunitas eco enzyme Nusantara Sampang Hebat yang diketuai oleh Hj. SUHARTINI bersama pengurus dan anggota sangat kompak berangkat dari sekretariat ke Alun-alun Trunojoyo Sampang, meskipun ada beberapa anggota lainnya yang sudah menunggu di Alun-alun Trunojoyo karena faktor jarak rumah yang berdekatan dengan lokasi.

Kegiatan ini dimulai dari Senam bersama dengan mengajak masyarakat yang ada di sekitar lokasi, dilanjutkan spraying atau penyemprotan eco enzyme ke lingkungan sekitar dalam mengatasi udara yang kurang baik atau disebut pemanasan global (global warming).

Dilanjutkan orasi tentang pengenalan eco enzyme dan berbagi eco enzyme kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan manfaat eco enzyme, dilanjutkan berjalan ke GOR Sampang.

Sekedar masyarakat perlu ketahui bahwasanya eco enzyme ini murni gratis, tidak diperjualbelikan oleh komunitas eco enzyme, bahkan komunitas ini sering memberikan sosialisasi dan mengajari komunitas, dinas, atau organisasi lainnya dengan gratis, dari dinas pemerintahan, pondok pesantren, atau komunitas lainnya yang membutuhkan, jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang eco enzyme silahkan datang ke Hj. Suhartini (Umi Har) di Jalan Rajawali No 60 Sampang.

Kisah Sang Maestro “Zehri”dan Iwan Century | diantara Fakta Sejarah atau Mitos Makam Cakraningrat 2

Siapa yang tidak mengenal Zehri di kota Sampang?, mayoritas orang Sampang mengenal Zehri adalah orang yang tidak waras, suka meminta-minta, suka ceramah tentang teladan perilaku politik orang Indonesia, perilaku pemuda sekarang ini dan banyak lainnya tema yang dibicarakan di depan publik tanpa memandang siapa orang yang dihadapannya.

Namun dibalik semua itu, banyak orang tidak memahami apa yang dibicarakan oleh seorang maestro Zehri, Entah karena maqom yang berbeda atau kita sebagai orang awam tidak mengerti, omongan Zehri sering dianggap sebelah mata sebagian besar masyarakat Sampang, atau dianggap ngeloleh. Akan tetapi dari sebagian kecil orang ada yang menganggap Zehri adalah Wellih atau Wali Allah.

Kisah Zehri pernah saya tulis jauh sebelum saya menulis artikel ini, bagaimana Zehri dimata sebagian kecil orang yang pernah berinteraksi langsung di link ini https://hansiplah.wordpress.com/2019/10/01/mengenal-sosok-zehri-sang-sufi/.

Ada kisah lainnya yang dialami oleh Bapak Iwan pemilik Century Komputer di jalan Trunojoyo Sampang.

“Bermula dari pertemuan tidak sengaja di jalan Bapak Iwan dengan Zehri, terjadi tegur sapa dan ditegurlah Bapak Iwan oleh Zehri “ Been deggik ka Makam Ratoh Ebuh, Bujuk’en been tak toman ekeremi duweh, been deggik e dentosseh” Dan pada akhirnya Bapak Iwan mengiyakan tanpa berpikir panjang, dan pada akhirnya Bapak Iwan datang sendiri ke makam Ratoh Ebuh yang terletak di Madegan Sampang.

Waktu itu bertepatan hari Kamis, malam jumat, Bapak Iwan disana datang jam 19.00 WIB, Langsung disambut Zehri di gerbang Malam Ratoh Ebuh, diajaklah Bapak Iwan ke rumah Zehri yang kebetulan rumahnya didekat sana, disuguhi makan oleh Zehri dirumahnya, tanpa banyak obrolan akhirnya mereka berdua menuju ke gerbang Ratoh Ebuh, setelah itu diajaklah ke Makam Cakraningrat 2, Zehri langsung menunjukkan dengan jari telunjuknya dengan berkata “wak bujuk’en been”, dengan sangat kaget Bapak Iwan sedikit merinding sambil berkata dalam hati ” Zehri kok bisa tahu? “.

Ditambah kekagetan Bapak Iwan kepada Zehri yang tiba-tiba muncul dari pintu belakang yang tidak berpintu, karena setahu Bapak Iwan pintu itu hanya satu, dari depan saja, sambil berkata “Siapa Zehri sebenarnya, kok bisa? ” Dengan perasaan bimbang akhirnya Bapak Iwan berdoa untuk sang buyut tanpa mempedulikan Zehri lagi, sampai akhirnya ritual dan doa itu selesai, Dan pada akhirnya Bapak Iwan segera pamit untuk pergi karena memang suasananya agak sedikit merinding,

Bapak Iwan dikenal keturunan R atau Raden, atau istilahnya keturunan darah ningrat, koleksi pusakanya ada di rumahnya yang sempat mau dihibahkan ke MTD Trunojoyo, namun sampai saat ini belum terwujud karena tempat di Pababaran belum siap, koleksi bukti trah atau keturunan silsilah keluarganya masih tersimpan rapi di tokonya dan juga ada beberapa file yang disimpannya.

Kembali kepada Zehri Sang Maestro, hari ini Jumat tanggal 15 September 2023, sekitar jam 13.30 WIB, kita mendapatkan berita duka bahwasanya Zehri telah meninggal dunia, kita do’akan bersama bagi semua pembaca diseluruh dunia untuk Sang Maestro “Zehri”, Semoga Khusnul khotimah dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT

Lanjut cerita…Disisi lain dari sumber berbeda Makam Cakraningrat 2 ada dua versi, menurut Pak Bagus (salah satu tokoh MTD Trunojoyo) dari referensi buku yang dia baca, Makam Cakraningrat 2 ada di Bangkalan bersama dengan Makam Ratoh Ebuh (istri dari R. Praseno atau dikenal Cakraningrat 1) sedangkan yang di Madegan itu adalah Ratoh Ebuh (Ibu dari R. Praseno). Menjadi simpang siur sejarah karena memang keterbatasan referensi.

Jika ada para pembaca paham tentang sejarah ini, mohon nanti diluruskan, karena sejarah itu sangat penting untuk generasi muda bangsa selanjutnya, seperti apa yang sudah dikatakan Presiden Pertama Indonesia, JAS MERAH (Jangan lupakan sejarah).

MENANG DRAMATIS | ZAHDHAN JUARA 1 KUMITE O2SN SAMPANG

Motivasi Guru SDN Rongtengah 4 Sampang

Simpang siur informasi pelaksanaan O2SN Karate tingkat Kecamatan Sampang menuai polemik bagi sebagian besar pendamping guru dan wali murid.

Lomba Karate yang diawali pencak silat sempat terhenti karena jurinya yang tidak ada ditempat, informasi yang didapatkan juri datangnya dari tingkat provinsi, dan pak Herman sebagai pelatih tidak ditembusi sebelumnya untuk menjadi juri O2SN karate, dan pada akhirnya ditengah sempat terjadi kekosongan lomba, sampai akhirnya panitia menghubungi bapak Herman selaku pelatih untuk menjadi juri.

Setelah kedatangan juri Pak Herman selaku pelatih juga karate, aturan lomba tiba-tiba berubah, menurut juri sesuai juknis (petunjuk teknis) provinsi lomba KATA (Jurus) dan KUMITE (Tanding) adalah lomba yang harus dilakukan bersama, namun beberapa pendamping siswa menolak dengan alasan karena ketika mendaftarkan itu terpisah, lomba KATA dan KUMITE adalah lomba yang berbeda, dan pada akhirnya dengan ketidaksiapan peserta dengan lomba KATA akhirnya ZAHDHAN kalah dramatis, harus didiskualifikasi karena hanya fokus pada latihan KUMITE.

Zahdhan adalah salah satu peserta dari SDN Rongtengah 4 Sampang akhirnya sempat down, turun mentalnya, dan sempat menangis karena didiskualifikasi lomba KATA, setelah itu dibabak ke 2 adalah lomba KUMITE, sebelum lomba KUMITE berlangsung, saat ganti sabuk dan perlengkapan tanding, Zahdhan dihampiri oleh 3 orang pendamping guru, Ibu Arinta, Pak Arif dan Pak Herul memberikan motivasi bahwa lomba itu pasti ada yang kalah dan menang, tetap selalu semangat untuk memberikan yang terbaik.

Setelah itu persiapan lomba KUMITE semangat Zahdhan kembali berkobar lagi seperti semula, meskipun ada hal kecil yang sempat mengganggu, namun tidak mematahkan semangat untuk bertanding.

Dan pada akhirnya Zahdhan membuktikan dirinya adalah The Best Of The Best dari anak lainnya, beberapa pertandingan Zahdhan memenangkan dan akhirnya menjadi juara 1 KUMITE, ini semua tidak lepas dari semangat dari teman-teman juga, Maulid dan Akbar dan kawan-kawan, sepulang sekolah mereka langsung pergi ke lokasi pertandingan untuk memberikan semangat kepada Zahdhan.

Di akhir penilaian akhirnya Zahdhan meskipun juara 1 KUMITE, tidak bisa menjadi juara 1 karena akumulasi lomba KATA yang didiskualifikasi, dan pada akhirnya Zahdhan menjadi Juara 2, kesempatan untuk dikirim ke tingkat Provinsi harus berhenti disini.

Dikonfirmasi ke pak Yasmin terkait aturan yang berbeda, seolah lepas tangan dan cenderung tidak mau tahu, padahal di pendaftaran lomba KATA dan KUMITE itu berbeda, ini perlunya berbenah saling evaluasi diri, untuk menyamakan persepsi agar informasi jelas terang benderang untuk mencari minat bakat dan talenta generasi penerus anak didik di kabupaten Sampang yang lebih baik ke depannya.

Duta Pesona SMKN 1 Sampang Ikut Berpartisipasi Kegiatan Kebudayaan

Acara yang dilakukan Komunitas MTD Trunojoyo Sampang dalam mengaktifkan melestarikan kebudayaan dihadiri oleh banyak tokoh masyarakat Sampang, para ulama dan pejabat Sampang, dari Kiai Abdullah sampai Ajudan Bupati Sampang, tidak lupa juga saudara Bupati Sampang turut serta ikut andil dalam acara tersebut.

Nyeggha Lagghu atau sarapan pagi dengan kemasan berbagi makanan kepada orang yang lewat yang belum sempat sarapan pagi, tepat hari Jum’at manis acara ini dilakukan dan tempatnya adalah di Alun-alun Trunojoyo Sampang, tepat di depan Pendopo Trunojoyo.

Dalam susunan acara ini sebelum acara dimulai, ada sholawatan dan doa bersama kepada para leluhur Sampang juga para pemimpin Sampang agar bisa membawa Kabupaten Sampang bisa lebih baik lagi.

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh para pemuda yang masih Sekolah yakni Duta Pesona (Pelajar Siaga Orientasi Nyata) dari SMKN 1 Sampang, dengan hadirnya mereka di acara tersebut tentunya memberikan informasi bahwa pelestarian budaya harusnya bersambung dari generasi ke generasi agar pelestarian budaya tidak hilang di tengah maraknya budaya barat menggerogoti generasi kita.

Untuk itu perlu kaderisasi generasi milenial hari ini agar mempunyai identitas diri dan jati diri bangsa agar mereka tidak kehilangan arah mengikuti budaya asing, PESONA adalah Jawaban para kaum milenial hari ini dan ke depan sebagai agen perubahan.

Kekompakan diuji, Bravo Smeknesa|Awal Tahun 2023 Pasca Banjir

Banjir awal tahun 2023 menyisakan banyak hal kepada warga Sampang, debit air hujan selama 3 hari tidak mampu mengalirkan air hujan langsung ke laut, curah hujan yang terlalu tinggi akhirnya meluap yang membuat hampir seluruh kabupaten Sampang terendam banjir dengan ketinggian yang variatif, 100 sampai 2000 cm.

SMKN 1 Sampang utamanya juga terdampak lumayan tinggi kedalamannya, kisaran 1000 sampai 1500 cm yang menyebabkan seluruh kantor, Aula, ruang guru dan kelas terdampak banjir ini, yang pada akhirnya seluruh warga sekolah berbondong-bondong, bergotong-royong membersihkan seluruh ruang dan lingkungan Sekolah.

Dikomandani langsung oleh Bapak Kepala Sekolah dan wakil kepala sekolah disertai hampir seluruh guru dan staff serentak bahu membahu membersihkan seluruh ruang dan lingkungan sekolah yang berbekas lumpur, banyak berkas penting dan 1 PC jatuh karena meja yang tidak tahan dengan air, yang menyebabkan rusak.

Semangat kebersamaan yang luar biasa, saling bahu membahu, saling peduli membantu memberikan yang terbaik kepada sekolah tercinta yang terkena dampak banjir, berbagi tugas, ada yang membuat dapur SMEKNESA di rumah ibu Maria, ada yang membersihkan, ada yang menyemprotkan pompa air dan juga menghidupkan pompa air, tentunya juga ada beberapa guru sudah menyiapkan kopi dan gorengan untuk para guru dan staff yang bekerja membersihkan lingkungan sekolah.

Kerjasama ini tentunya awal tahun 2023 yang baik, masih banyak tugas yang diemban sekolah ini untuk mencerdaskan anak bangsa. Bravo SMEKNESA.

Luar Biasa Konsep P5 SMKN 1 Sampang, sebagai ajang Eksistensi diri Kreasi Siswa dan Keanekaragaman Pakaian Daerah Nusantara

Hari rabu dan hari Kamis, tanggal 21 dan 22 Desember adalah acara yang ditunggu oleh keluarga besar SMKN 1 Sampang, semua potensi siswa dan guru diuji di 2 hari acara tersebut untuk menampilkan talenta terbaiknya.

Dimulai dari Jalan sehat dan santai berhadiah, seluruh warga SMKN 1 Sampang mengikuti rute jalan yang sudah diatur oleh panitia dan dikawal oleh pengamanan yang ketat dari lembaga kepolisian dan Kodim, partisipasi siswa dari ekstrakurikuler musik ikut memberikan hiburan diiringi pembagian hadiah.

Di hari kedua adalah hari eksistensi guru dan siswa, acara yang luar biasa digelar untuk menampilkan segala potensi diri siswa dan guru, semua siswa dan guru dengan kreatifitasnya masing-masing menampilkan seluruh potensi diri yakni Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5), seluruh warga SMKN 1 Sampang berpakaian ala raja dengan pakaian adat yang ada di seluruh nusantara.

Sebagai simbolik Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) bahwa Indonesia terdiri dari banyak suku adat dan budaya dengan keanekaragaman bahasa, ini sesuai dengan konsep ideologi Pancasila yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan slogan Bhineka Tunggal Ika.

Ini awal P5 diadakan bagi warga SMKN 1 Sampang, tentunya tidak lepas dari banyak kekurangan yang harus dibenahi, untuk itu saya sebagai ketua panitia P5, mohon maaf atas segala kekurangan dari acara ini, terimakasih, ujar ketua panitia

Antara citra diri, Ambisi atau Abdi diri Aba Idi di Hari Jadi ke-399 tahun Kabupaten Sampang

Pembangunan di Kabupaten Sampang sudah jelas terlihat, terasa oleh masyarakat kota Sampang utamanya yang selalu bisa dinikmati keindahannya di sekitar Kota Sampang, taman-taman dan lampu selalu menghiasi pejalan di malam hari, Sampang kini dan Sampang tempo dulu jauh berbeda.

Kata-kata Bupati Sampang kala itu masih sangat terngiang di kalangan masyarakat, “Saya ingin membangun Sampang lebih baik ke depan, dan saya tidak akan mencari uang”, kira-kira seperti itu ucapan Bupati yang ingin mengabdikan dirinya untuk masyarakat Sampang yang lebih baik.

Tidak hanya sekedar kata-kata, namun semua dibuktikannya dengan karya nyata, dari taman sampai Alun-alun Trunojoyo, dan meriahnya rangkaian acara menjelang Hari Jadi Kabupaten Sampang ke-399 Tahun, seolah ini adalah tahun puncaknya Bupati Sampang yang dikenal akrab dengan nama Aba Idi, karena tahun depan adalah tahun politik yang mengharuskan cuti jika ingin mencalonkan lagi.

Acara puncak Hari Jadi Kabupaten Sampang yang ke-399 tahun di tanggal 23 Desember 2022 tepatnya hari Jum’at, Abah Idi dengan baju kebesarannya akan naik andong dengan Forkompinda ke beberapa tempat, dimulai dari tempat Ajigunung, Pababaran Trunojoyo, Astah Mohammad Noer, dan yang terakhir adalah kota tua Madegan.

Perlu diketahui untuk masyarakat Kabupaten Sampang saat ini sudah mempunyai pakaian adat khas Sampang, untuk pakaian raja adalah Cangkraningrat, untuk pakaian Forkompinda adalah Mangkubumi, untuk pakaian Pegawai adalah Ponggebeh, dan untuk rakyat biasa disebut dengan mager sareh.

Diantara petuah Aba Koddas dan Ibu Rina terpilih sebagai Guru Favorit di Hari Guru 2022

Hari guru Nasional setiap tahun rutin dirayakan oleh seluruh sekolah di Indonesia, salah satunya adalah SMKN 1 Sampang yang mengadakan acara upacara bendera di lapangan sekolah, meskipun sedikit mendung dan hujan rintik, tidak menyurutkan warga sekolah tetap semangat mengikuti upacara bendera dengan hikmat.

Petugas upacara yang sudah ditunjuk oleh kepala sekolah kepada guru selalu siap siaga dengan sedikit latihan, Bapak Miftah sebagai pemimpin upacara, Bu Ami sebagai protokoler, Bu Erlin sebagai pembaca UUD 1945, pengibar bendera Bapak Siful, Bapak Rizal dan Bu Sam yang sangat antusias, tentunya Kepala Sekolah yang menjadi Pembina Upacara langsung.

Disela Upacara bendera juga diselingi acara santunan untuk anak yatim yang diberikan langsung oleh Kepala Sekolah kepada anak yatim yang sudah diundang sebelumnya, suasana upacara tampak rapi dengan barisan yang disiapkan oleh Pembina OSIS Bapak Fathur.

Setelah selesai upacara, guru berbaris menerima ucapan selamat Hari Guru dari siswa dan siswi secara bergiliran sembari memberikan bunga, bucket sebagai tanda terimakasih kepada guru-guru yang telah memberikan ilmu kepada mereka.

Dilanjutkan petuah Aba Koddas memberikan pencerahan tentang makna guru sebenarnya, bahwa guru bukan hanya di sekolah saja, namun guru ngaji, ustad ataupun Kiai adalah seorang guru yang harus dihormati, dalam perbincangan itu Aba Koddas memberikan petuah yang harus dipegang oleh guru untuk selalu hati-hati dalam memberikan pendidikan kepada muridnya, karena guru adalah tuntunan, jika berbuat salah akan seumur hidup ditanggung oleh guru begitupun jug sebaliknya.

Dilanjutkan acara pemotongan tumpeng oleh bapak kepala sekolah, guru, siswi disuruh untuk memberikan tumpeng kepada guru yang dianggap favorit, ternyata yang dipilih dan diberikan tumpeng adalah Ibu Rina, sosok guru galak, tegas dan panutan dalam mendidik, sehingga Ibu Rina Hari ini tanggal 25 November 2022 di Hari Guru Nasional 2022 menjadi Guru terbaik dan guru favorit, karena dedikasi mendidik siswa dan siswi SMKN 1 Sampang.