Nerimo, Legowo, Mengecoh| Melihat Manten Mantan Terindah

Keseriusan pasangan sebenarnya bisa dilihat dari salah satu indikasi yakni ketika ia sudah berbicara tentang perencanaan yang matang akan masa depan untuk berumah tangga, dari pekerjaan apa, sampai akan mempunyai anak berapa, sebagai generasi penerusnya, jika itu tidak dimiliki salah satu pemikiran pasangan, maka bisa dipastikan itu hanyalah main-main saja.

Seperti kisah cinta Dia, mungkin Dia adalah sosok yang mau menerima ketika cinta tidak harus bersatu dalam pelaminan rumah tangga, pernah menjadi rebutan banyak laki-laki, namun sirna karena restu orang tua, harapan itu pupus begitu saja berhenti di tengah jalan, tanpa harus bisa dilanjutkan hubungan asmaranya, meskipun kadang rasa itu tetap menggelora sampai saat ini.

Datang dan Melihat resepsi manten mantan mungkin akan mengingat kembali kisah asmaranya, semua kenangan itu seolah flashback ke masa indah saat bersama, kata indah yang pernah terucap begitu membuai dalam angan, aroma tubuhnya itu masih terasa, sampai saat ini masih ada, masih seperti yang dulu, namun itu harus tertutupi dan tampak seperti biasa saja untuk mengecoh banyak orang.

Dia butuh keberanian menerima itu semua ini, semua yang dialami harus tampak biasa, antara datang dan tidak datang menunjukkan suasana dilematis, Dia harus kuat, Dia harus bisa menerima keadaan ini, karena ini menyangkut rasa yang tidak akan pernah bisa dibohongi, meski hanya sesaat kehadirannya, cukup untuk memberikan solusi yang terbaik agar dianggap nerimo dan legowo.

Bikin Haru, Lepas Pisah Pak Sugeng menyisakan sejuta cerita kenangan

Hari jumat tanggal 16 September 2022 bertempat di Aula SMK Negeri 1 Sampang akan menjadi sebuah kenangan terakhir bagi Bapak Sugeng, acara lepas pisah dihadiri oleh banyak Dewan Guru baik yang senior maupun yang junior yang tentunya tahu banyak tentang bapak Sugeng, baik suka maupun duka, tidak lupa mantan kepala SMKN 1 Sampang bapak R. Irijanto dan mantan TU juga ikut hadir untuk melepas kepindahan bapak Sugeng Margyanto.

Dimulai dari Bapak Irijanto yang menyampaikan pesan dan kesan tentang profile bapak Sugeng, proses perkenalan sampai menjadi anak waka dibawah kepemimpinan bapak R. Irijanto, cukup membuat terkesan bersama bekerja dikerja membuat hati sedih ketika saat akan berpisah.

Dilanjutkan oleh waka sarana prasarana sebagai pengganti bapak Sugeng yakni Bapak Yuda, dalam penyampaiannya kesan dan pesan bapak Yuda sempat terhenti, karena belum bisa mengontrol emosinya sebagai ungkapan sedih dalam hatinya yang akan melepas bapak Sugeng, terdengar lirih suara isak tangis bapak Yuda hingga memanggil para koleganya yang sesama guru jurusan Teknik Elektronika Industri.

Dimulai dari Bapak Ari, Ibu Fitri, Bapak Endri dan bapak Sudarso, ungkapan cerita perkenalan sampai melepaskan kepergian bapak Sugeng ke SMKN 1 Ngawi, sudah terbiasa bersama dalam menjalani tugas profesinya sebagai guru produktif elektronika Industri, dan saat ini mereka harus melepas kepindahan bapak Sugeng, sangat terasa kehilangan ketika akan berpisah, seolah membuat hati mereka tidak ingin melepas kepergian bapak Sugeng.

Ditutup oleh penyampaian Bapak Kepala SMK Negeri 1 Sampang yang sangat terkesan dan berkesan karena perkenalan pertama masuk SMK Negeri 1 Sampang, bapak Sugeng lah yang dikenalnya pertama, bapak Sugeng lah yang membantunya bisa memimpin menjalankan tugas profesi sebagai kepala sekolah, pengabdian untuk SMK Negeri 1 Sampang tidak perlu diragukan hingga bisa sebesar ini.

Bukan lagi mencari penghasilan, bapak Sugeng pindah ingin lebih dekat dengan kampung halamannya, merawat ibunya yang kini sudah tua renta dan membutuhkan dirinya, sudah saatnya pengabdian terhadap negara dan ibunya harus diimbangi, lebih dekat dengan keluarga sampai akhir hayatnya, imbuh penyampaian bapak kepala SMKN 1 Sampang.

Di akhir acara ada tambahan hiburan nyanyian dari ekskul musik sebagai penglipur lara hati yang bersedih bagi seluruh dewan guru, dan kejutan dari guru senior bapak Ryan dan Bu Erlin menyanyikan lagu tembang kenangan dari Iwan Fals yakni Kemesraan ini janganlah cepat berlalu, semuanya ikut bernyanyi dan ikut menghayati seolah tidak ikhlas melepas kepergian bapak Sugeng, dan sesi dari acara itu ada foto bersama dengan semua dewan guru, komite dan bapak Sugeng dan isteri setelah pemberian cinderamata dari rekan guru.

Pesan Terakhir Pak Sugeng | Suasana Haru Upacara Perpisahan dengan nyanyian Hymne Guru

Seperti biasa, setiap hari senin adalah waktu upacara bendera di lapangan SMKN 1 Sampang, diikuti oleh semua warga SMKN 1 Sampang, guru dan siswa, namun hari senin ini tanggal 5 September 2022 ini adalah hari senin special untuk Bapak Sugeng, hari terakhir bapak Sugeng mengikuti upacara di lapangan SMKN 1 Sampang dan sebagai pembina upacara.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, itulah kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, berharganya sebuah pertemuan ketika kita akan berpisah, dan saat ini adalah waktunya semua warga SMKN 1 Sampang akan berpisah dengan bapak Sugeng, semua orang pastinya sangat bersedih ketika ketika akan kehilangan seseorang yang sudah biasa dan terbiasa dengan kita, apalagi orang itu adalah orang yang pernah bersama kita dalam suka dan duka.

Ditengah amanat pembina upacara, bapak Sugeng berpesan kepada semua warga SMKN 1 Sampang, utamanya siswa untuk mematuhi semua tata tertib yang ada di sekolah, tentang bagaimana untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekolah, tentang optimalisasi istirahat kedua untuk sholat dan memanfaatkan air yang ada, dan tentang bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan di sekolah, tidak berkelahi antar teman dan menghargai perbedaan.

Dan pesan terakhir itu adalah meminta maaf kepada siswa yang pernah dimarahinya utamanya jurusan elektro, dan meminta maaf kepada teman guru juga seluruh warga sekolah apabila saya khilaf dan mempunyai salah yang disengaja maupun tidak disengaja, perlu diketahui saya mulai mengajar di SMKN 1 Sampang mulai tahun 1999, sudah 23 tahun saya ini mengabdi di sekolah ini, sekolah yang saya cintai dengan segala suka dukanya, ujar pak Sugeng dalam penyampaian amanat pembina upacara.

Sebelum ke acara penutup doa dalam upacara, kejutan untuk bapak Sugeng, tiba-tiba nyanyian hymne guru berkumandang, terdengar merdu dipimpin oleh Ibu Endah dan dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara, guru dan siswa, dan dinyanyikan oleh ibu Erlin dengan terbawa perasaan, suasana itu semakin membuat semua orang bernyanyi dengan hikmat untuk melepas kepergian Bapak Sugeng yang akan pindah di SMKN 1 Ngawi.

Teguran murid untuk keegoisan guru

Era digital menjadi faktor penting di jaman sekarang ini, kita bisa banyak belajar kapanpun dan dimanapun, sumber belajar cukup dengan teknologi yang kita pakai sehari-hari, bisa mengakses dengan bantuan jaringan internet, siapapun, mau belajar apapun dan kapanpun kita mau. Sangat berbeda dengan era terdahulu sebelum adanya teknologi, sumber belajar hanya ada guru dan buku.

Jika hari ini profesi kita sebagai guru, tidak menutup kemungkinan siswa kita bisa lebih pintar dari kita, disisi lain mereka sebagai siswa fokus belajar dan mengerjakan tugas, kita sebagai guru malah pecah fokus ke hal yang lainnya, sehingga harap dimaklumi jika anak di jaman digital ini wawasannya lebih baik dari gurunya.

Sangat ironi jika mendengar guru masih saja egois ketika mendapatkan protes dari muridnya yang notabene mengerjakan soal ujian dengan benar, jawabannya sudah di cek kebenarannya oleh guru lain yang juga ahli di bidangnya, bahwa Jawaban anak ini sudah benar, namun ketika mendapatkan masukan, guru tersebut dengan nada emosi membandingkan dengan jawaban siswa lainnya yang mendapatkan nilai lebih tinggi, padahal jawabannya salah, karena koreksi soal yang dikerjakan itu tidak hanya 1 orang yang mengoreksi, akan tetapi lebih dari 2 orang yang ahli di bidangnya.

Akibat mendapatkan masukan koreksi jawabannya itu, guru itu merasa geram karena dikoreksi oleh orang diluar kelasnya, guru tersebut malah menyalahkan siswanya karena sudah screenshot soal yang harusnya tidak boleh keluar atau bocor, padahal siswanya penasaran kenapa jawabannya salah, padahal ia sudah belajar dan merasa mengerjakan sesuai yang sudah dipelajari, bahkan belajar dari ahlinya, ia merasa bersalah dan terpojok ketika ditegur untuk tidak membocorkan soal itu keluar.

Dan pada akhirnya saat ini, berdampak sangat luar biasa bagi siswa ini secara psikologis, tertekan, merasa bersalah karena perbuatannya membocorkan soal karena ingin tahu kebenarannya dengan kesalahan mengerjakan soal yang sudah dipelajarinya, akhirnya ia malas untuk belajar lagi karena ia masih tetap jawabannya sudah benar, hanya salah 1 saja.

Jika guru saat ini merasa dirinya masih seperti jaman ia sekolah dulu, itu salah besar, jaman itu sudah bergeser, keegoisan guru dan merasa dirinya benar sepenuhnya, apalagi tidak mau dikoreksi, itu adalah tanda guru masih jadul tidak bisa menerima perkembangan jaman sekarang yang notabene anak jaman now bisa mencari ilmu pengetahuan diluar sekolah, dan tidak menutup kemungkinan siswa sekarang lebih pintar dari guru yang mengajar, untuk itu guru jadul sekarang ini open minded yang terbuka menerima jaman kritikan dan masukan dari siapapun, termasuk siswanya sendiri.

Merubah Mindset, Mendidik adalah tugas semua guru

MOHAMMAD NURUS SOLEH |
GURU BK SMK NEGERI 1 SA SAMPANG

Jangan didramatisir lah… ketika melihat siswa melanggar aturan yang ditetapkan oleh sekolah, tindaklah mereka, fotolah untuk dokumentasi, tegurlah mereka, berikan nasehat dan berikan pengarahan jika itu bisa dan mampu, jika belum bisa dan belum mampu, langsung saja laporkan ke kaprogli atau ke waka kesiswaan, biar mereka yang membuat laporan ke guru BK, tidak perlu di share ke grup fotonya dan seolah-olah harus guru BK yang harus menangani semuanya, ucap Bapak Nurus membuka obrolan.

Ini perlu diluruskan tentang pemikiran kita bersama dalam lingkup sekolah, Setiap kejadian, setiap peristiwa yang terjadi di sekolah adalah tanggung jawab semuanya, seluruh elemen warga sekolah ikut andil tanpa terkecuali ikut bertanggung jawab dengan semua kejadian yang ada di sekolah, apalagi yang sudah berstatus ASN, prioritas tentunya. Ujarnya

Tentunya ketika kita bicara Tupoksi, pasti ada skala prioritas, secara struktural ada penanggung jawabnya, ketika sistem ini berjalan, sebenarnya semua akan berjalan sesuai dengan aturan yang ada, namun ketika berbicara mendidik, saya, guru dan elemen sekolah lainnya punya prioritas yang sama, jangan beranggapan siswa-siswi yang sekolah di SMKN 1 Sampang ini bukan muridnya, karena kita merasa tidak mengajar mereka, ini sebenarnya persepsi yang salah, kita semua warga SMKN 1 Sampang, kita mengabdi kepada negara untuk mengajar dan mendidik, jangan mengkotak-kotakkan mereka para siswa dan siswi kita, mereka itu semua warga SMKN 1 Sampang, imbuhnya.

Perlu kepedulian kita dalam hal mendidik dan mengajar mereka, jadikan sekolah ini ramah sekolah yang saling bertegur sapa satu sama lain, ciptakan nuansa yang damai sentosa, karena Sekolah ini adalah sekolah kita bersama, SMKN 1 Sampang tempat pengabdian kita bersama sebagai pendidik dan pengajar, tentunya berhamba kepada siswa-siswi, sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara, ungkapan Penutup Bapak Nurus.

Juara 1 Lomba Gerak Jalan | SMKN 1 Sampang mendapatkan Trophy dan Uang Pembinaan

Upacara hari senin tanggal 22 Agustus 2022 di lapangan SMK Negeri 1 Sampang membawa kabar baik untuk sekolah, pemberian hadiah dari Bapak Budi Sulistyo sebagai kepala SMK Negeri 1 Sampang kepada perwakilan OSIS berupa trophy dan sertifikat disaksikan oleh guru dan siswa, riuh bergemuruh tepuk tangan dari semua peserta upacara ketika penerimaan hadiah berlangsung.

Menjadi sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bagi warga SMK Negeri 1 Sampang mendapatkan trophy dan uang pembinaan sebanyak 1 juta rupiah dari Disporabudpar Kabupaten Sampang, karena ini prestasi yang membanggakan nama baik sekolah, apapun itu prestasi yang luar biasa, karena sekaligus bisa mendapatkan 3 juara sekaligus.

Semua ini tidak lepas dari kerja keras, kerja cerdas semua pihak terkait, khususnya waka kesiswaan, pembina OSIS dan seluruh tim yang terlibat dalam kepanitiaan gerak jalan, perlu dipertahankan prestasi ini dan mudah-mudahan prestasi bisa ditingkatkan dan memotivasi siswa-siswi lainnya, harapan guru-guru dalam obrolan santai.

Perfeksionis, Keren Berprestasi, Kepsek SMKN 1 Sampang Juara 1

Tingkat SMK/SMA Menjadi peserta lomba yang diadakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, dalam rangka menyemarakkan dan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77, kepala SMK Negeri 1 Sampang Bapak Budi Sulistyo, S.Pd, M. S.i terjun langsung untuk ikut serta mengikuti lomba rias bersama istri.

Lomba merias ini cukup menarik dan unik, karena yang menjadi peserta langsung adalah kepala SMK Negeri 1 Sampang, yang merias adalah sang istri bertugas merias sang suami, wajah laki-laki dirias menjadi layaknya seorang perempuan cantik, ternyata cukup cantik dan menarik bapak Budi dirias layaknya perempuan, ditambah gaya yang centil menggoda, membuat gemes orang yang melihatnya menjadi ingin mencubit pipinya.

Perpaduan yang selaras dan serasi, pasangan suami istri ini cukup kompak dalam bekerja sama, tentunya persiapan lomba merias ini sudah dimulai dari rumah, dengan mencoba model dan harus seperti apa, sampai akhirnya pasangan suami istri Bapak Budi dan Ibu Budi siap berkompetisi dengan peserta lainnya.

Usaha tidak menghianati hasil, terbukti hasil latihan dan persiapan yang matang, akhirnya Bapak Budi dan istri menjadi juara 1 lomba merias yang diadakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, sesuai dengan karakter Bapak Budi yang selalu perfeksionis dalam melakukan segala sesuatunya, keren berprestasi untuk warga SMK Negeri 1 Sampang.

Cantik, Gagah Perkasa, Guru P3K SMEKNESA berjaya | Upacara HUT RI ke-77 di SMKN 1 Sampang

Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 dilaksanakan di setiap sekolah dan OPD setempat se Kabupaten Sampang, SMK Negeri 1 Sampang juga ikut andil sebagai bentuk rasa nasionalisme bukti ideologi kesetiaan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati.

Para guru P3K mendapatkan peran sebagai petugas upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan SMK Negeri 1, Bapak Miftah guru DKV mendapatkan peran penting sebagai pemimpin upacara, Bapak Dayat, Bapak Rizal dan Ibu Sam sebagai pengibar bendera merah putih, Ibu Wiji sebagai pembawa acara, ibu Nurul Qomariyah sebagai pembaca teks UUD 1945, Pak Hans sebagai pembaca teks proklamasi, pembaca doa bapak Mukadar dan peran protokol juga pembawa teks pancasila pasangan suami istri Bapak Jefri dan ibu Devi.

Sisanya guru P3K berperan sebagai paduan suara seperti Bapak Bono, ibu Intan, ibu Sofi, bapak Mubarok dan Pak Sahru wardi, dibantu guru PNS lainnya dan staff TU, semua dapat giliran semua dapat peran dalam menyemarakkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77.

Suasana upacara tampak kondusif berjalan seperti biasa dan lancar, ini tidak lepas dari peran waka kurikulum dan waka sarana yang bisa mengkondisikan seluruh elemen dan perlengkapan warga di SMKN 1 sampang.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 berjalan dengan hikmat ketika Bapak Budi membacakan sambutan teks dari Bapak Menteri Pendidikan, yang disambut dengan tepuk tangan dan diucapkan merdeka, merdeka, merdeka secara serentak dan diakhiri kata Takbir, tidak lupa paduan suara yang bersenandung riang gembira terdengar merdu diiringi musik keyboard yang dimainkan oleh bapak Ryan.

Upacara bendera HUT ke-77 akhirnya ditutup dengan acara santunan anak yatim dan pembagian hadiah juara lomba yang yang sudah dikompetisikan sebelumnya, setelahnya tumpengan makan bersama guru dan staff lainnya, merdeka, merdeka, merdeka SMKN 1 Sampang bisa, jalinan kekeluargaan kekompakan ini harus dipertahankan untuk mencapai visi misi sekolah bisa terealisasikan.

Pak Hotib Jadi Kunci Kemenangan DPIB |Kepsek SMKN 1 Sampang Ikut meriahkan lomba Sambut HUT RI ke-77

Tim DPIB dan Kepsek SMKN 1 Sampang

Meriahkan HUT kemerdekaan RI Ke-77, warga SMK Negeri 1 Sampang gelar lomba estafet air yang diikuti oleh seluruh warga sekolah yang dibagi per tim, acara ini cukup meriah disaksikan oleh seluruh elemen warga sekolah siswa dan guru , riuh suara sorakan terdengar dari banyak penonton.

Kepala SMK Negeri 1 Sampang ikut memeriahkan dengan ikut menjadi peserta lomba estafet air, namun sangat disayangkan tim yang diikutinya kalah, lomba terus berlanjut berkompetisi, semua tim berlomba-lomba untuk bisa menang sampai akhirnya tim dari DPIB menjadi pemenang.

Juara 1 tim dari DPIB, juara 2 tim dari Bahasa Inggris, juara 3 tim dari Bahasa Indonesia, ketiga finalis ini berjuang berlomba dari awal untuk bisa memenangkan setiap sesi dengan lawannya, semua ini tidak lepas dari kekompakan tim, komunikasi antar anggota diuji untuk bisa memenangkan setiap sesi diadu dengan lawan-lawannya, hingga pada akhirnya kompetisi ini ada pemenangnya.

Dibalik kesuksesan DPIB menjadi juara, ada Bapak Hotib yang menjadi kunci kemenangan, menurut beberapa pihak dari guru, bapak Hotib Ngocol Doa, yang bisa membuat lawannya gemetar tidak bisa berkutik hingga menyebabkan lawannya kalah, ini mungkin hanya mitos atau persepsi pribadi dari beberapa guru untuk mengalihkan perhatian, karena timnya kalah, atau mungkin hanya guyonan saja untuk saling bercanda ria.

Lomba estafet air ini meskipun hanya hiburan semata, ternyata lomba ini memicu warga SMK Negeri 1 Sampang menyambut secara antusias dan menambah kekompakan antar guru dan siswa, tentunya ada hadiah akan diberikan kepada peserta lomba yang juara nanti dihari rabu tanggal 17 Agustus 2022.

Kompetisi Keluarga Besar SMKN 1 Sampang | Bu Maria jadi Juara 1 lomba Nyo’on Geddheng/Nyungi Tampah

Kepsek | Wakasek | TU |Maria

Menuju kemerdekaan 17 Agustus 2022, SMK Negeri 1 Sampang gelar acara beberapa lomba siswa dan guru, salah satu lomba yang diadakan guru adalah nyungih tampah atau nyo’on geddheng, yaitu lomba membawa tampah berjarak sekitar 200 meter tanpa jatuh, aturannya jika peserta membawa tampah jatuh, peserta harus mengulangi dari tempat awal lagi.

Lomba nyungih tampah atau nyo’on gheddeng ini salah satu lomba mengandung filosofi emak-emak atau orang terdahulu yang sering membawa barang jualan atau barang dengan ditaruh diatas kepala untuk ter-ater ke tetangga atau juga sanak family, nyo’on geddheng ini dianggap kebiasaan orang terdahulu yang harus dilestarikan karena salah satu budaya yang positif, dan harus dikenalkan kepada generasi muda saat ini.

Lomba nyo’on geddheng ini ternyata lumayan sulit, karena ternyata banyak bapak ibu yang ikut lomba membawa tampah jatuh karena faktor angin dan faktor ketidakseimbangan yang membawa, cukup seru ketika lomba membawa tampah harus jatuh dan mengulang kembali dari awal, lomba ini terus diikuti sampai mendapatkan pemenangnya, juara 1,2,3 kategori bapak, juara 1,2,3 kategori Ibu.

Untuk Juara 1 Ibu-ibu adalah Ibu Maria, Ibu perwakilan dari TU, dan untuk Juara 1 kategori bapak-bapak adalah Bapak Taufik, perwakilan dari guru olahraga, pemenang akan mendapatkan hadiah di waktu upacara tanggal 17 Agustus 2022, semangat yang luar biasa untuk bapak ibu dan warga sekolah dalam menyambut HUT RI kemerdekaan yang ke-77. Merdeka, tetap semangat, hidup SMKN 1 Sampang.