LOMBA GERAK JALAN, SMKN 1 SAMPANG BORONG JUARA 1, 3 DAN HARAPAN 3

SMK NEGERI 1 SAMPANG BERPRESTASI

Lomba Gerak jalan kabupaten Sampang tingkat SMP, SMA / SMK dan umum serentak dilaksanakan, dimulai dari Pendopo jalan Wijaya Kusuma dan diakhiri juga lokasi pendopo, semua peserta gerak jalan harus mengikuti rute yang sudah ditentukan oleh panitia dengan langkah kaki gontai hingga membuat pengendara sedikit terhambat.

Lebih dari sekitar 200 peserta gerak jalan se Kabupaten Sampang, akhirnya SMK Negeri 1 Sampang bisa meraih juara 1 untuk tingkat SMA/SMK kota Sampang, untuk putri meraih juara 3 dan harapan 3, Usaha tidak menghianati hasil, mungkin slogan itu yang tepat disematkan kepada seluruh warga SMK Negeri 1 Sampang, berkat kerjasama semua elemen sekolah yang berjuang untuk meraih prestasi.

Peran Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan dan guru yang terlibat didalamnya sangat berperan penting terhadap raihan prestasi peserta gerak jalan putra dan putri SMK Negeri 1 Sampang, dari pemilihan peserta gerak jalan putra dan putri sampai terbentuk kelompok peserta gerak jalan, tidak lupa juga latihan rutin serta persiapan yang matang hingga siap berkompetisi diajang lomba gerak jalan tingkat SMP, SMA/SMK dan umum.

Skor 905 adalah skor tertinggi berdasarkan penilaian juri, skor itu diraih peserta gerak jalan putra SMK Negeri 1 Sampang, pencapaian yang luar biasa, tetap semangat, tetap SMKN 1 Sampang bisa.

Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Polsek Sampang bersama EEN Sampang Hebat Kibarkan Bendera Merah Putih

Sabtu, 6 Agustus 2022 Bapak Polsek Kecamatan Sampang bersama tim eco enyzyme nusantara Sampang Hebat memasang bendera merah putih di 3 lokasi, bendera ini total keseluruhan berjumlah 17, sebagai simbolis merayakan hari kemerdekaan RI ke-77.

Berangkat dari kantor Polsekta Kecamatan Sampang tim sepeda bersama siap goes ke arah Madegan sebagai lokasi pertama untuk memasang bendera merah putih, dengan mobil patroli polisi didepan dan diikuti oleh tim goes sepeda di belakangnya, bendera merah putih mulai dipasang di lokasi situs bersejarah Ratoh Ebuh Madegan, Bersama-sama dikibarkan bendera merah putih dan diakhiri penghormatan kepada bendera merah putih dipimpin langsung oleh Kapolsek Kecamatan Sampang.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke daerah Aengsareh, tepatnya lokasi Pantai Damar Wulan, sebelum memasuki pantai, tim Polsek Sampang memasang bendera merah putih di pintu gerbang, setelahnya langsung menuju ke lokasi pantai untuk memasang bendera merah putih, dilanjutkan senam pagi dengan instruktur yang sudah profesional Yuyun Hariyati.

Acara ini cukup sederhana dan mengena untuk sambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77, selain berolahraga pagi yang membuat tubuh bugar, semua bisa saling bersilaturahmi dengan komunitas kelompok lainnya, yakni Bhayangkari dan komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat, acara ditutup dengan sesi makan-makan bersama.

Diantara Asa dan Rasa| Kepedulian mengubah kita dalam satu ikatan persaudaraan

Rasa tidak akan pernah bisa dijelaskan dengan kata-kata, ketika kita tidak pernah merasakannya sendiri apa itu tentang rasa, begitupun juga rasa persaudaraan kita saat ini yang berada dalam satu lingkup, satu tempat belajar untuk menulis, satu tempat makan minum menikmati juga kopi, teh dan susu, kudapan lain menyertai melengkapi gizi belajar kita, seperti makanan ringan telur ayam kampung telah dipertemukan kita dalam satu asa.

Proses yang singkat tentang sebuah makna dari pertemuan kita, proses untuk saling peduli satu sama lain, slogan tetap semangat menyertai siapa saya?, terucap, bersenandung indah, dikomando oleh Ibu Dewi, kalian semua akan menjawab “Saya calon penulis hebat”, ucapan itu sering diulang oleh kita, hingga membuat kebiasaan itu menjadi doktrin melekat dalam kalbu bersinergi dengan semangat perjuangan yang sama untuk bisa menjadi penulis yang hebat.

Empat hari lamanya kebersamaan kita sering diuji oleh sikap acuh tak acuh, keegoisan dan keangkuhan kita, namun seiring waktu perlahan itu membaur bersinergi seirama dalam alunan hati yang penuh kasih, rasa itu itu perlahan ungkapkan kepedulian untuk saling memberi dan menerima, rasa itu tumbuh dalam ikatan persaudaraan yang mungkin sulit didapatkan di tempat lain.

Saling tegur sapa, saling memberi saling asah saling asuh dan saling peduli satu sama lain pada akhirnya menjadi sebuah hal yang kita rasakan, rasa itu terbawa sampai saat ini, sampai pulang di rumah, kerinduan akan kebersamaan kita, ingin rasanya bisa terulang kembali, sampai saat ini detik ini hingga pulang ke kampung halaman.

Sembilan puluh lima orang berada di lingkungan yang sama, dari latar belakang berbeda, sekolah berbeda menjadi sebuah pengalaman yang tidak mungkin bisa terulang kembali, karena begitulah ketika kita bicara kehidupan, setiap pertemuan akan ada perpisahan, setiap yang hidup pasti akan mati, antara ada dan tiada, hidup akan terus berjalan berputar seperti roda kehidupan yang kita jalani ini.

Berharganya sebuah pertemuan adalah ketika kita akan berpisah, malam terakhir di Malang menjadi saksi kebersamaan kita, akan kebersamaan kita, akan kepedulian kita, sangat terasa berat untuk berpisah, terasa sangat ingin kebersamaan kita tidak berakhir sampai disini, namun semua itu suatu hal yang sia-sia, kesadaran dan tanggung jawab kita masih harus kita penuhi, tanggung jawab keluarga dan tanggung jawab pekerjaan.

Semoga rasa persaudaraan kita ini tidak lepas dan putus sampai disini, tali silaturahmi ini harus terus terjalin dalam ikatan persaudaraan kita, dimana kita pernah punya kenangan kebersamaan dalam ikatan persaudaraan yang mungkin tidak akan terulang kembali, diakhir tulisan ini saya ungkapkan kalian luar biasa, semangat bapak dan ibu, satukan hati satukan rasa untuk kita bisa lebih baik lagi.

Sambut Tahun Baru Islam 1444 H, MTD Trunojoyo Gelar “Ngajeni” Kenang Para Leluhur

Tahun baru Islam adalah tahun pergantian Hijriah yang saat ini sudah mencapai tahun 1444 H, merayakan tahun baru Islam kurang diminati oleh sebagian besar umat islam dunia, padahal jumlah penduduk di dunia sebagian besar adalah muslim, utamanya warga Indonesia.

Menyambut tahun baru Islam, MTD Gelar Ngaji Jeilanian yang disingkat NGAJENI, acara ini digelar cukup sangat sederhana, dengan rangkaian acara Ngaji, Doa, ramah tamah, Pengibaran Bendera merah putih Indonesia dan Jamasan pusaka yang ikut terlibat para Nyi Ageng MTD Trunojoyo.

Bagaimana pun momentum acara ini sangat sakral bagi sebagian besar umat Islam, utamanya di Jawa dan Madura yang masih melestarikan adat dan budaya tempo dulu para leluhur, dimana ada peran wali songo dalam mengajarkan agama melalui dakwah media budaya dan lainnya agar mudah diterima oleh masyarakat pada umumnya.

MTD Trunojoyo selain ingin terus melestarikan seni dan budaya tempo dulu, juga menginginkan peran Pemerintah ikut andil dalam dalam melestarikan seni dan budaya para leluhur, dan tentunya dikembangkan sebagai wisata religi dan wisata situs tempat bersejarah sebagai salah satu pemberdayaan masyarakat untuk menyejahterakan perekonomian masyarakat sekitar.

Teladan Bu Nabila Guru BK SMK Negeri 1 Sampang|Menciptakan Lingkungan Ramah Sekolah dengan Menerapkan Pelayanan Prima Konsep 3 S “Salam Senyum Sapa”

Guru adalah teladan bagi peserta didik, guru adalah sosok yang harusnya digugu dan ditiru oleh peserta didik, menjadi sosok guru yang ramah dan baik tidaklah mudah, membutuhkan karakter kepribadian yang sudah terbentuk dengan proses yang dimulai dari kepedulian seseorang guru terhadap peserta didik utamanya sebagai guru, dimana guru tidak hanya sebatas mengajar namun juga mendidik.

Melihat keseharian guru di lingkungan Sekolah, hampir jarang sekali menerapkan konsep pelayanan Prima 3S, yakni Salam Senyum Sapa, ketika ketemu dengan guru dan peserta didik, hampir saja tidak ada tegur sapa satu sama lain, kecuali mungkin yang kenal dekat saja atau ada keperluan lainnya dengan guru atau peserta didik yang sudah dikenalnya.

Jika dikaji lebih lanjut, ini adalah pondasi dasar kebersamaan sebagai warga Sekolah yang seharusnya memang mengenal satu sama lain, saling tegur sapa, mencoba mengenal satu sama lain menjalin keakraban dengan lingkungan sekitar tanpa harus memilah dan memilih status, karena dengan mengenal dan memahami kita bisa saling bantu bahu membangun Sekolah lebih baik lagi.

Karakter kebersamaan dan kepedulian ini merupakan tonggak utama untuk membangun sotfskill pembentukan karakter warga sekolah yang lebih baik, dan akan berdampak pada proses hardskill peserta didik, karena rasa saling peduli dan saling membutuhkan.

Seperti yang diterapkan oleh Ibu Nabila, salah satu guru BK SMK Negeri 1 Sampang, penerapan konsep pelayanan Prima, dimana setiap ketemu dengan guru dan peserta didik selalu tersenyum, menyapa dan mengucapkan salam, meskipun dengan orang yang baru dikenalnya, jika ditanya kepada Bu Nabila, rahasia kenapa bisa menerapkan konsep 3 S itu, jawabannya “pokoknya secara finansial harus tercukupi” Dengan nada bercanda, meskipun jawaban itu tidak sepenuhnya benar, akan tetapi salah satu faktor memang benar, secara finansial jika seseorang kurang terpenuhi, bisa saja berdampak emosi.

Untuk itu perbaikan dan pembentukan karakter harus dimulai dari diri sendiri yakni Pendidik, ketika karakter seorang pendidik sudah terbentuk, sudah selesai dengan sendirinya, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pendidik, maka akan otomatis kepedulian pendidik terhadap peserta didik akan lebih besar lagi, sehingga terjalin hubungan yang akrab, harmonis, kebersamaan yang kuat dan akan tercipta lingkungan yang sehat menuju Sekolah yang diidamkan, karena Sekolah adalah rumah kedua bagi kita warga Sekolah.

Seniman Ibarat PSK | Lika-Liku Para Seniman dan Pembudaya Kabupaten Sampang

Seniman dan para Pembudaya Kabupaten Sampang datang berkumpul dalam acara Silaturahim Budaya yang diadakan PC Lesbumi NU Sampang, berbincang-bincang santai dengan tema manusia merdeka, manusia berbudaya para Seniman dan Pembudaya Kabupaten Sampang duduk lesehan dengan hidangan ala kadarnya yang sangat sederhana.

Dengan para narasumber Bapak Haji Fudoli, Bapak Hidayat Raharja dan Bapak Alwan menjadi pemantik, para Seniman dan budayawan Kabupaten Sampang menyampaikan unek-unek yang selama ini mereka rasakan, bagaimana mereka bertahan hidup ditengah pandemi covid 19.

Ditengah penyampaian oleh Bapak Alwan, ada hal yang menarik ujaran kata yang disampaikan tentang para Seniman, “Mohon Maaf, Seniman saat ini ibarat PSK yang digunakan oleh Pemerintah, setelah puas dibayar, selesai, jika mereka butuh kita lagi, kita dipakai lagi, selesai dan seterusnya”, ujarnya, sampai kapan Seniman harus seperti itu, Seniman itu harus merdeka dan harus mandiri, ada Pemerintah maupun tidak ada Pemerintah kita tetap harus berkarya, imbuhnya.

Ditengah penyampaian unek-unek para Seniman dan Pembudaya Kabupaten Sampang, banyak yang merasa dikecewakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang, utamanya Dinas terkait Disporabudpar Kabupaten Sampang, dari belum dilantiknya pengurus DKS yang sudah 1 tahun lamanya, peran youtuber untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Sampang yang menggunakan youtuber diluar Kabupaten Sampang.

Disporabudpar Kabupaten Sampang menjadi sorotan utama bagi Seniman dan para Pembudaya Kabupaten Sampang, karena oknum para pejabat yang berperan dan dipikirkan selalu berorientasi pada proyek, proyek dan proyek jangka pendek, hampir tidak ada kesinambungan proyek hari ini dan proyek masa yang akan datang, sehingga para Seniman dan Pembudaya mempunyai ruang berekspresi.

Seni dan budaya menjadi bagian penting para Seniman dan Pembudaya untuk terus berkarya dan melestarikan budaya di sekitar lingkungan Kabupaten Sampang, karena seni itu merupakan Cipta Rasa Karsa yang terhubung langsung dengan estetik atau keindahan, Seniman itu harus merdeka, Seniman itu harus mandiri secara finansial agar tidak mudah disusupi kepentingan politik pragmatis, kendati harus merdeka, Seniman dan Pembudaya juga dibatasi oleh norma-norma yang lain.

Meskipun pertemuan ini belum final, belum menghasilkan apapun keputusan apapun, namun akan ada agenda selanjutnya untuk merefleksikan hasil pertemuan Silaturahim Budaya selanjutnya, karena kendala waktu yang sudah larut malam, para Seniman dan Pembudaya harus mengakhiri pertemuan, meskipun ada lanjutan ngobrol santai yang ingin diskusi lebih lanjut dengan kelompok kecil Seniman dan Pembudaya.

Proyek Penggalian PDAM memakan korban warga kampung Takobuh

Proyek pembenahan air bersih oleh PDAM Kabupaten Sampang memang sangatlah penting untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, pembenahan di kota dan pinggiran kota sudah dilakukan dengan baik, meskipun ada beberapa catatan yang mengganggu pengguna jalan yang harus antri atau terganggu.

Proyek ini sudah berjalan cukup lama, beberapa warga yang awalnya menyambut antusias, kini harus merasakan dampak dari proyek penggalian yang menyebabkan jalan rusak dan tidak dibenahi seperti semula, sebelum ada proyek penggalian yang konon menelan dana 5 Milyar.

Banyaknya warga yang mengeluh akan jalan yang tidak kunjung diperbaiki, salah satu warga pernah menghubungi Bapak Holilur Rahman melalui Whatsapp dan mengirimkan foto yang rusak akibat proyek penggalian PDAM, kendati demikian tidak ada kabar dan tindak lanjut dari pihak yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap proyek penggalian sampai detik ini, sehingga masyarakat Takobuh merasa dibohongi.

Perlu diketahui publik bahwasanya proyek penggalian ini satu paket dengan pengerjaan penggalian di kota Sampang, namun di kampung Takobuh ini belum tuntas meskipun sudah dicor diatas penggalian, masih ada kurang lebih 10 cm jalan tidak rata atau rusak, bisa dibilang warga Takobuh menginginkan jalan rata seperti sedia kala sebelum ada proyek penggalian, banyak korban berjatuhan ketika berkendara, apalagi suasana hujan.

PAC MUSLIMAT BANYUATES SEMANGAT IKUTI PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME | EEN SAMPANG HEBAT TIDAK KENAL LELAH

Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat terus menerus melakukan sosialisasi, memberikan bantuan dan pelatihan membuat eco enzyme kepada seluruh lapisan masyarakat, utamanya sekitar Kabupaten Sampang yang membutuhkan eco enzyme untuk kebutuhan sehari-hari.

Semangat belajar PAC Muslimat Banyuates Kabupaten Sampang tidak kenal lelah belajar membuat eco enzyme, ini dibuktikan oleh peserta dengan pertanyaan yang kritis kepada narasumber, sehingga membuat para nara sumber lainnya semangat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

Ini tidak lepas dari peranan Yayasan Al Mukmin kecamatan Banyuates yang memberikan media tempat untuk komunitas eco enzyme Sampang Hebat berbagi ilmu kepada PAC Banyuates Kabupaten Sampang yang merupakan salah satu program utama dan prioritas memberikan sosialisasi membuat eco enzyme agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, juga untuk sedekah membantu orang lain.

Komunitas eco enzyme sudah ke tiga kalinya datang ke Banyuates dengan organisasi yang berbeda, dari Ibu PKK, Peternak sapi dan PAC Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang, ini membuktikan eco enzyme sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Banyuates untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari sebagai pengobatan alternatif atau P3K, karena sudah tahu akan manfaat 1001 manfaat eco enzyme yang diakui dunia internasional.

Acara ditutup dengan penyerahan bantuan eco enzyme oleh ketua Eco Enzyme Sampang Hebat Hj. Suhartini yang diberikan langsung kepada Bapak Bustomi sebagai wakil dari Yayasan Al-Mukmin secara simbolik dan ditutup sesi bersama dengan para peserta lainnya.

Mengatasi PMK, Komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat Berikan Sosialisasi dan Bantuan Eco Enzyme

Sosialisasi tentang 1001 manfaat Eco Enzyme dan pembuatan Eco enzyme terus digalakkan oleh komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat, tidak pernah lelah dan terus berjuang para relawan eco enzyme agar masyarakat bisa membuat dan memanfaatkan sisa sampah organik dalam pembuatan eco enzyme untuk kepentingan dan kebutuhan sehari-harinya.

Seperti yang dilakukan oleh tim komunitas eco enzyme nusantara Sampang Hebat di desa Bringin Nonggal Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, Kepala Desa pertama yang peduli terhadap rakyatnya akan musibah PMK dan menyebabkan puluhan sapi mati, kepala desa H. Efendi sebagai kepala desa mengundang komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat untuk memberikan pemahaman tentang obat manjur mengatasi PMK (Penyakit Kulit dan Kuku)

Dengan adanya testimoni akan kemanjuran Eco enzyme mengatasi PMK ini, masyarakat Bringin Nonggal berbondong-bondong datang dengan rasa antusias ingin belajar cara membuat Eco enzyme ini, sehingga mereka bisa membuat sendiri dengan memanfaatkan sisa sampah organik untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain pelatihan membuat Eco enzyme, komunitas Eco enzyme nusantara Sampang Hebat memberikan bantuan Eco enzyme kepada kepala desa dan masyarakat desa Bringin Nonggal di kecamatan Torjun Kabupaten Sampang yang ikut serta hadir mengikuti pelatihan, juga tidak lupa dari pihak forkompinda dari Kapolsek dan Kodim Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang.

Timnas U-19 Indonesia Menang, Mengenaskan!!!

Seharusnya skornya Timnas U-19 Indonesia seperti gambar ini

Piala AFF U-19 Timnas Indonesia bermain tidak pernah kalah bermain di fase grup, timnas U-19 bermain seri 2 kali melawan Vietnam dan Thailand dengan skor 0-0, menang telak melawan Brunei Darussalam 7-0, melawan Filipina 5-1, Melawan Myanmar 5-1, namun tidak membuat Timnas U-19 bisa lolos ke fase selanjutnya ini karena aturan head to head yang bukan melihat produktifitas gol.

Banyak netizen yang marah dan kecewa dengan aturan head to head seperti ini, mempertanyakan mulai aturan ini diterapkan, kapan ini berubah, kenapa bisa seperti itu aturannya, banyak pertanyaan yang menjadi pertanyaan di benak mereka dengan diterapkan dan perubahan head to head seperti ini.

Tentunya secara aturan lama Timnas U-19 Indonesia menjadi juara grup, karena menang selisih gol produktivitas, yakni sebanyak 17 gol dan 2 kebobolan, ketika aturan ini berubah terkait Head To Head, Timnas U-19 Indonesia sekarang ketiban sial saja, menang tapi gagal lolos ke fase berikutnya, kemenangan yang tragis, kemenangan yang mengecewakan, sangat menyesakkan dada bagi kita semua sebagai tim yang membela timnas U-19 Indonesia.

Kita bukan kalah karena dikalahkan oleh timnas Vietnam dan Thailand, namun kalah karena Vietnam dan Thailand main mata saat bermain, mereka mempertahankan skor 1:1 agar Timnas U-19 Indonesia tidak lolos fase berikutnya, seandainya memakai aturan lama yang memang head to head produktifitas gol, kita akan melihat permainan Vietnam dan Thailand tidak seperti bermain tadi malam yang cenderung main mata.