
Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia hadiri Haul Akbar Gus Miek yang Ke-30 di Ploso Kediri Jawa Timur, semua orang berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru Indonesia, tanpa merasa lelah ikut hadir berdoa dan berdzikir bersama di makam Gus Miek dan istri.
Haul akbar ini sangat memberikan keuntungan besar bagi perekonomian masyarakat sekitar, dimana omset pedagang naik drastis, ribuan jemaah memadatkan area sekitar yang melihat dan membeli sesuai untuk kebutuhan para jemaah
Rombongan dari Kabupaten Sampang ikut hadir dalam acara Haul ke-30 Gus Miek, 3 tokoh ini adalah Abah Djamali, H. Ismail, H. Maulid, ke tiga tokoh tersebut adalah jemaah Dzikrul Ghofilin yang mewakili Kabupaten Sampang hadir dalam acara tersebut.
Seperti yang diketahui Gus Miek adalah salah satu pendiri Dzikrul Ghofilin yang jelas sanad keilmuannya, saat ini Gus Sabuth adalah generasi penerus melanjutkan amanah Gus Miek untuk memimpin Dzikrul Ghofilin.
Menurut Abah Djamali, Area Makam ini dahulu adalah tempat Babat alas Gus Miek, ketika Gus Miek melihat pancaran cahaya bersumber dari area ini yang ternyata ada Makam waliyullah yang berasal dari 3 negara dunia, tempat yang menjadi kediaman terakhir Gus Miek bersemayam bersama isteri.
Tempat ini nantinya akan diisi 40 waliyullah dari berbagai penjuru untuk dijadikan satu tempat, daftarnya itu saat ini ada Gus Sabuth yang menjadi rahasia siapa saja orang-orang nya, nanti masyarakat akan tahu dengan sendirinya, sementara ini yang ada di daftar masih 8 waliyullah, ungkap Abah Djamali.
Diakhir acara Gus Sabuth sebagai putranya menuturkan, Gus Miek sejak dalam kandungan adalah waliyullah, masa kecil Gus Miek pun sudah berbeda dengan masa kecil orang biasa, bahkan KH. Hamid Pasuruan menyaksikan dan mengakui keilmuan dari Gus Miek yang memang beliau adalah salah satu waliyullah, Orang seperti Gus Miek akan ada lagi 200 tahun kemudian.








