Cerita Malam ini, klaim oknum pejabat hasil kerja orang lain

Ilustrasi

Bincang-bincang santai di teras dengan beberapa orang saja sangat seru, setelah semua persiapan kegiatan esok hari selesai, ternyata pengalaman pahit mereka banyak yang pahit terkait merasa dirugikan atau didzolimi.

Cerita Inisial F, Saya itu pernah ikut lomba kreasi dari sampah, karena aturan dari sampah semua, saya mencoba murni semua bahan dari sampah, saya termasuk finalis 10 besar, setelah dilombakan kembali, ternyata saya tidak dapat juara sama sekali, padahal sesuai kriteria aturan yang ada murni dari bahan sampah, dari 10 finalis itu satu-satunya yang murni dari sampah saya, akan tetapi kenapa tidak dapat juara. Ungkap dengan kesalnya F.

Yang membuat saya sakit hati adalah ketika ada pagelaran pameran, saya menyaksikan sendiri kreasi karya saya dipajangkan di stand pameran, kenapa kok tidak yang juara 1 sampai 3 yang dipajangkan, ucap saya dalam hati, akhirnya saya coba protes tapi dihalangi oleh pasangan saya, dan akhirnya saya urungkan, ungkapnya.

Lanjut Cerita, saya juga pernah menjadi penyuluh pertanian penanaman buah melon, hitung-hitung untuk membantu teman petani, dari awal sampai panen saya selalu untuk mengontrol, sampai akhirnya panen buah sesuai dengan ekspetasi, namun yang terjadi adalah, ada penyuluh pertanian yang digaji Pemerintah membawa banner meng-klaim bahwa itu hasil dari dirinya, ungkapnya dengan kesal.

Pejabat kita hanya bisa klaim dan mengklaim kerja orang, yang dapat nama mereka, apakah semua pejabat kita semua seperti itu? Entahlah, namun kendati demikian banyak fakta yang terjadi di sekitar lingkungan kita, daerah utara utamanya 1 tempat panen bisa diklaim banyak oleh dinas-dinas tertentu, untuk apa mereka lakukan?? Tentunya Untuk pencitraan saja, terus kerja apa mereka selama ini?? Mungkin menjadi pengamat nunggu hasil kerja orang lain jadi, baru bisa diklaim, ya begitulah oknum pejabat, imbuhnya dengan nada kesal.

Kepedulian Untuk Berbagi|DPC Tiara Kusuma Kab. Sampang Lakukan Aksi Sosial

Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Kecantikan Indonesia Tiara Kusuma melaksanakan rangkaian kegiatan acara rutin tahunan, acara ini dikemas dengan beberapa acara sosial lainnya yang mencakup santunan anak yatim, pembagian takjil dan buka bersama.

Senin tanggal 25 April 2022, Rangkaian acara ini dimulai dari santunan anak yatim yang dilaksanakan di tempat Iera Make Up yang beralamatkan di Jalan Bahagia, sekitar 50 anak yatim dan pengurus serta anggota Tiara Kusuma berkumpul bersama untuk melakukan rangkaian pengajian, ditutup dengan sholawat serta secara bergilir anak yatim diberikan amplop dan bingkisan dari pengurus dan anggota DPC Tiara Kusuma.

Dilanjutkan di sekitar Monumen Trunojoyo Kabupaten Sampang, pengurus dan anggota Tiara Kusuma tampak sumringah membagi bingkisan ke para pengguna jalan yang lewat, utamanya bagi pengguna jalan menempuh perjalanan jauh, sebanyak 350 bingkisan mereka bagikan, tampak suasana kegembiraan gotong royong, mereka saling bantu bahu membahu mendistribusikan bingkisan takjil.

Kemasan acara ini diakhiri dengan buka bersama di tempat semula yakni Iera MakeUp, dengan menu yang sudah disiapkan oleh koordinator Bidang Ekonomi Sosial Budaya yaitu, Hj. Muazzah Tomo, Evi Fauziah, Hj. Subaidah sebagai penanggung jawab rangkaian acara tersebut.

Dalam wawancara dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Tiara Kusuma Kabupaten Sampang Ira Paramita menuturkan tentang sebuah makna mendalam betapa pentingnya berbagi dengan sesama utamanya kepada yang membutuhkan, salah satunya doa mujarab anak yatim.

Acara sosial ini tidak lepas dari kerjasama pengurus dan anggota yang saling bantu bahu membahu agar bisa merealisasikan program kerja yang sudah dibahas sebelumnya, Mudah-mudahan acara ini bisa terus-menerus dilaksanakan dan bisa menjadi acara rutin setiap tahunnya, tidak lupa kepada Linda Agustini sebagai ketua 2 Dewan Pimpinan Cabang Tiara Kusuma Kabupaten Sampang yang telah membantu dibalik layar, ungkap Ira Paramita.

Sambut Hari Kartini | Sanggar Yoga Bugar Gym Gelar Bakti Sosial

Sanggar Yoga Bugar Gym

Program berbagi di bulan suci Ramadhan hampir setiap tahun dilakukan oleh komunitas Sanggar Yoga Bugar Gym, rangkaian acara dilakukan pembagian sembako kepada kaum dhuafa dan dilanjutkan santunan anak yatim.

Program pembagian ini adalah hasil urunan dari teman-teman komunitas Sanggar, dimana saling mengingatkan kepada kita semua untuk saling berbagi menyisakan sebagian kecil harta kita, bahwasanya masih ada banyak orang diluar kita yang membutuhkan, ujar Yuyun sebagai ketua sanggar.

Lanjut Ketua sanggar menuturkan, Sebanyak 17 kaum dhuafa kita datangi dan membagikan langsung sembako ke rumahnya, tentunya sudah dipilih mana yang layak untuk kita bantu, dengan memakai pakaian merah sebagai simbolik pahlawan perempuan masih kini yakni ibu kita.

Momentum memperingati hari Kartini sebagai Pahlawan perempuan tidak lepas dari simbol perjuangan perempuan, seperti yang dilakukan oleh Sanggar Yoga Bugar Gym dalam program berbagi di bulan suci Ramadhan.

Dilanjutkan dengan mengundang anak yatim ke tempat sanggar, sebanyak 25 anak yatim tampak berdatangan ditemani oleh wali, acara diawali dengan sambutan oleh ketua sanggar Yuyun Hariyanti, pengajian dan pembagian sembako dan uang kepada anak yatim.

Momentum Hari Kartini, Hj. Suhartini mendapat anugerah sebagai Perempuan Berjasa dan Berprestasi

Hj. Suhartini | anugerah Perempuan Berjasa dan Berprestasi tk. Jatim

Meskipun tidak lagi muda, tidak memupuskan semangat untuk berbuat untuk negeri dan bumi tercinta ini, di usia senja ia mendapatkan penghargaan sebagai perempuan hebat masa kini, istilah ini sering disebut Kartini masa kini.

Hj. Suhartini namanya, orang lebih mengenalnya dengan Umi Har, nama yang secara kebetulan hampir mirip dengan nama Kartini, perempuan hebat Pahlawan Indonesia yang dikenal dengan Emansipasi Wanita dan slogan Habis Gelap Terbitlah Terang.

Umi Har selain dikenal sebagai pengusaha batik, beliau dikenal juga dengan Pemulung Sampah untuk dijadikan sebagai Eco Enzyme, Eco Enzyme untuk daerah Madura sampai saat ini masih dipegang oleh Umi Har sebagai koordinator, karena tidak semua orang mau untuk mengotori tangannya untuk membuat cairan eco enzyme yang kaya manfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

Hasil dari pembuatan eco enzyme ini akan diberikan kepada orang yang membutuhkan, istilahnya adalah memberikan sedekah kepada lingkungan sekitar dan memberikan dampak luar biasa untuk pemanasan global karena cairan eco enzyme ini.

Aktif membuat dan memberikan pelatihan tentang eco enzyme ini, Umi Har banyak dikenal oleh masyarakat banyak utamanya Sampang dan Madura, sehingga banyak organisasi yang bergerak di bidang lingkungan hidup mengundang Umi Har sebagai nara sumber.

Seperti apa kata pepatah, Usaha tidak akan menghianati hasil, di hari Kartini tanggal 21 April 2022 ini Umi Har mendapatkan anugerah penghargaan luar biasa di tingkat provinsi Jatim sebagai perempuan berjasa dan berprestasi, ini sebuah perjuangan yang tidak sia-sia, ditengah pandemi banyak perempuan hebat beraksi untuk manfaat yang lebih baik untuk kesehatan lingkungan dan bumi, juga untuk masa depan anak cucu kita nanti yang lebih sehat.

Ramadhan Berbagi| Komunitas MUA Wilayah Madura gelar Bakti Sosial

Komunitas MUA wilayah Madura

Bertepatan dengan hari Kartini 21 April 2022 komunitas MUA wilayah Madura mengadakan serangkaian acara sosial, dari santunan anak yatim, bagi takjil dan sambut hari Kartini sebagai simbol Pahlawan dan Emansipasi wanita yang terkenal dengan slogan Habis gelap Terbitlah terang.

Komunitas MUA wilayah Madura meskipun baru terbentuk, sepak terjang dalam merias tidak perlu diragukan keahliannya, semua sudah tertata dan sangat ahli di bidangnya.

Ketua MUA Madura Sampang H. Munir bin Asmuni menuturkan bahwa kegiatan Baksos ini adalah salah satu bentuk kepedulian kita untuk berbagi rejeki, rangkaian acara ini diawali dengan kegiatan berbagi menyantuni anak yatim dilanjutkan dengan berbagi takjil di perempatan lampu lalu lintas terminal Trunojoyo.

Dalam sambutan ketua MUA wilayah Madura Ira Paramita, sangat berharap kegiatan ini harus menjadi rutinitas yang harus dilakukan, selain untuk berbagi rejeki, ini adalah sebuah bentuk kepedulian komunitas MUA terhadap sesama, dengan kepedulian kita, mereka akan mendoakan kita kita juga untuk bisa yang lebih baik.

Lanjut Sie. Acara kegiatan, Yuyun H menuturkan bahwa kegiatan sosial ini adalah yang pertama kali yang bisa dilaksanakan komunitas MUA wilayah Madura setelah dibentuk struktur organisasi, akan menjadi agenda rutin kita selanjutnya untuk bisa mengingatkan kita untuk saling berbagi.

Dibantu Mobil Patroli Polisi | Komunitas EEN Sampang Hebat Bagi Takjil dan Semprot Eco Enzyme

Komunitas EEN Sampang Hebat
dan Bapak polisi

Bulan suci ramadhan identik dengan bulan yang penuh berkah untuk beribadah, berbagi dengan sesama, semua orang, semua komunitas berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.

Tidak lepas dari komunitas sosial yang bernama Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat, bertemakan “Semprot Eco Enzyme dan Berbagi Takjil On the road” Komunitas ini dibantu mobil polisi untuk keliling menyemprotkan Eco Enzyme di sekitar kota Sampang.

Kegiatan sosial ini selain semprot dan berbagi adalah untuk menyambut merayakan hari Kartini dan hari bumi sebagai simbol Pahlawan dan kehidupan.

Rute diawali dari rumah Ketua EEN Sampang Hebat di jalan rajawali yakni Hj. Suhartini dengan panggilan akrab Umi Har, dilanjutkan ke arah Terminal, Imam Ghozali, Jamaluddin menuju perempatan lalu lintas, disana berhenti dan membagikan takjil kepada pengguna jalan utamanya yang melakukan perjalanan jauh.

Tim Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat nampak antusias menyambut bulan suci yang penuh berkah ini, semua dilakukan dengan swadaya, dari sumbangan takjil antar anggota dan membagikannya pun bersama. Semangat tak pernah pudar untuk sosialisasi Eco enzyme ke masyarakat banyak untuk masa depan bumi dan anak cucu kita, ujar Ketua Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat.

Petuah Aba Koddas Part 1 “Harus Tega Untuk Tidak Menaikkan Peserta didik”

“Jika ingin sistem Pendidikan kita bagus, anak didik kita bagus dan berkualitas, bersikaplah tegas pada anak didik kita”.

Dalam dunia Pendidikan proses belajar mengajar adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan, daring ataupun luring untuk sekolah jaman sekarang, tentunya proses belajar mengajar tidak lepas dari Pengajar dan peserta didik yang tentunya berada dalam satu lingkup sekolah yang saling bersinergi satu sama lain.

Secara struktural setiap sekolah tentunya berbeda dengan sekolah lainnya, dari Gedung dan sarana, kapasitas Sumber Daya, sistem Pendidikan yang diterapkan, peraturan sekolah untuk guru ataupun Peserta didik untuk dipatuhi, tentunya ini akan sangat berpengaruh terhadap output peserta didik.

Dalam obrolan santai dengan H. Mukoddas atau panggilan akrabnya Aba Koddas, beliau menyampaikan tentang kualitas lulusan peserta didik yang tidak sesuai dengan ekpektasi kita sebagai guru, Sekolah kita meluluskan Peserta didik yang tidak bisa apa-apa, tidak mempunyai keilmuan yang mumpuni sesuai apa yang diharapkan, karena apa? Itu karena kesalahan sistem kita yang selalu tidak tega untuk tidak menaikkan kelas, jika peserta didik kita sudah tidak bisa bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas, etika dan akhlaknya tidak bagus bahkan cenderung kurang ajar, apa yang bisa diharapkan dari peserta didik itu kalau masih bisa naik kelas?.

Ini seringkali terjadi ketika sidang kenaikan kelas, wali kelas selalu melobi guru-guru untuk bisa memperbaiki nilai anak buahnya (peserta didik), ini kerja instan mayoritas wali kelas, kenapa tidak sedari awal untuk rutin setiap saat setiap waktu melihat perkembangan anak didiknya kepada setiap guru agar segera bisa diperbaiki, mungkin salah satu faktor malasnya wali kelas, sehingga ketika ada sidang tentang kenaikan kelas, wali kelas baru lobi-lobi guru pengajarnya.

Lanjut Aba Koddas mengatakan, saya dulu itu pernah menjadi wali kelas, Jika ada guru memberikan nilai dibawah KKM saya biarkan saja, tidak pernah saya mau untuk melobi guru-guru untuk memperbaiki nilai itu, karena sebelumnya sudah saya proses secara terus menerus peserta didik tersebut untuk segera memperbaiki tugasnya kepada guru yang bersangkutan, jika itu diabaikan oleh peserta didik padahal sudah kita ingatkan sebagai wali kelas, saya biarkan saja nilai itu apa adanya.

Maka dari itu wali kelas harus tindak tegas dan tega untuk tidak menaikkan kelas peserta didiknya yang sudah diproses namun tidak ada perubahan, tindakan ini akan berdampak seterusnya ke peserta didik yang lain maupun yang akan menjadi peserta didik baru, selain menimbulkan efek jera, tindakan ini sangat efektif untuk menyaring Peserta didik yang benar mau belajar dengan niat baik, peserta yang naik tidak terganggu lagi oleh temannya. To be continued

ECO ENZYME NUSANTARA SAMPANG HEBAT AKTIF SOSIALISASI DI KANTOR KECAMATAN

Kantor Kecamatan Omben

Pelatihan yang dilakukan oleh Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat yang diketuai oleh Umi Hartini membuka cakrawala berpikir masyarakat khususnya di Kabupaten Sampang.

Banyak sudah masyarakat Sampang mendapatkan manfaat dari Eco Enzyme untuk kebutuhan sehari-hari, utamanya dalam kebutuhan untuk rumah tangga, dari terapi sampai penyembuhan secara herbal khusus obat luar (tidak untuk diminum).

Sosialisasi terus digerakkan secara aktif oleh komunitas Eco Enzyme Sampang Hebat agar semua masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya, sesuai dengan slogan “Mengubah Sampah menjadi 1001 manfaat”, selain murah banyak manfaatnya untuk kebutuhan kita sehari-hari.

Sampai Saat ini banyak permintaan dari instansi Pemerintah Daerah untuk diberikan pelatihan membuat eco enzyme, selain pemberdayaan dan memberdayakan masyarakat, eco enzyme bisa dibuat sendiri dari rumah masing-masing dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dengan aturan yang sudah ditentukan.

Untuk itu jika masyarakat ingin mencoba untuk kebutuhan sehari-hari, silahkan datang ke sekretariat komunitas Eco enzyme Sampang Hebat di jalan Rajawali no. 60 Sampang, selalu siap untuk bersedekah memberikan ilmu dan eco enzyme gratis, ucap ketua Komunitas Eco Enzyme Nusantara Sampang Hebat, sebagai penutup ketua memberikan ungkapan SATU HATI SATU BUMI SATU CINTA.

Mahalnya Tes Kesehatan di Kabupaten Sampang, membua Banyak Calon PPPK mengeluh

Berbondong-bondong para calon PPPK di Kabupaten Sampang mengurus SKCK dan surat keterangan Sehat, antrian panjang dan rebutan agar bisa cepat selesai dan bisa mengisi pemberkasan selanjutnya dan mengupload dokumennya.

Yang menjadi catatan disini adalah biaya untuk tes kesehatan yang hampir mencapai 1 juta rupiah, padahal 2 surat yang dibutuhkan untuk pemberkasan.

Banyak calon PPPK yang mengeluh dengan nominal biaya yang terlampau mahal, dari beberapa sumber salah satu petugas rumah sakit, ini karena Perda yang berubah sehingga tarif biaya untuk tes kesehatan berubah juga.

Jika dibandingkan dengan Kabupaten lainnya, ada beberapa sumber mengatakan tidak sampai 500rb, ini menjadi catatan untuk Pemerintah Kabupaten Sampang dan Pihak Rumah Sakit terkait menentukan tarif untuk tes kesehatan yang menurut banyak calon PPPK terlampau mahal.

Menurut beberapa orang salah satu calon PPPK yang sudah pernah mengurus, ini tidak lepas dari RSUD Kabupaten Sampang mematok tes komplit, sehingga kena biaya yang terlampau besar meskipun tidak dibutuhkan.

Sampai detik ini calon PPPK yang mengurus surat tes kesehatan belum bisa memilih apa saja yang dibutuhkan untuk pemberkasan, namun sudah banyak calon PPPK yang mengurus di Kabupaten lainnya agar bisa mendapatkan tarif murah dibawah 500rb.