
Kita hidup di dunia hanya ada 2 pilihan, ditinggalkan atau meninggalkan, suatu saat kita akan ditinggalkan atau kita yang meninggalkan, begitulah hukum dualitas kehidupan, tidak ada satupun manusia bisa menolaknya.
Suatu saat akan tiba menimpa setiap insan yang bernyawa, baik buruknya akan sangat tergantung kepada amal dan perbuatan manusia, kita sebagai manusia tidak bisa memvonis baik buruknya, akan tetapi apa yang kita anggap baik belum tentu baik ditengah manusia lainnya, begitupun juga sebaliknya tentang apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk ditengah manusia lainnya, karena kita adalah manusia, tempat salah dan dosa dan kebenaran manusia tidaklah mutlak, hanya kebenaran Tuhan yang mutlak dengan segala firmanNya.
Baik buruknya setiap insan manusia yang tidak kalah penting adalah tentang hati yang mengasihi, penyakit hati, iri, dengki dan lainnya adalah proses yang harus dijalani setiap insan manusia, faktor sosial seringkali terjadi gesekan yang kadang membuat hati tersakiti, disengaja ataupun tidak semua berproses hingga akhirnya menjadi hati yang lebih baik.
Hukum Dualitas kehidupan ini sudah menjadi faktor alam semesta tercipta terwujud berpadu berproses dalam lingkup ruang waktu, kita tidak bisa menolak yang satu dan menerima yang lain, dua bagian itu harus kita Terima sebagai bentuk alamiah di alam semesta ini, tidak bisa kita bayangkan jika kita hanya bisa menerima salah satu dan menolak yang lain bagian dari kehidupan. Entah apa yang terjadi?
Adanya hukum alam adalah sebuah hal yang alamiah harus kita terima untuk kesempurnaan sebagai makhluk ciptaan Tuhan, justru dengan perbedaan kita banyak belajar tentang keindahan alam semesta, benci dan cinta perbedaannya sangatlah tipis, sangat mudah sekali membolak-balikan kedua sifat itu.
Kita akan bisa memahami sebuah rasa kehilangan seseorang ketika sudah ditinggalkan, kita akan sangat bisa menghargai pertemuan ketika sudah berpisah, betapa berharganya arti pertemuan dengan hati yang kadang cinta kadang benci sampai akhirnya rasa itu menjadi satu dalam ikatan kasih.
Tuhan lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, bukan ingin kita, jika kita harus terpisah dengan orang yang kita sayangi, itu sebuah suratan takdir yang harus dilalui, karena itu merupakan yang terbaik, kita tidak bisa membayangkan jika terus bersama dengan orang kita sayangi, mungkin ada rasa yang harus dikorbankan, meskipun pada realitanya semua terjadi atas kehendakNya.
Semua harus terjadi dan terus terjadi sesuai kehendak sang ilahi, manusia hanya berusaha untuk bisa mengoptimalkan segala hal untuk kebaikan bersama, kita hanya bisa berdoa dan terus berdoa sesuai keyakinan kita sebagai manusia, karena hati yang baik adalah hati yang bisa mengasihi seluruh ciptaan Tuhan tanpa harus ada alasan sebagai manusia.