Diantara Sumringah dan Kesedihan Pemberangkatan siswa dan siswi PKL SMEKNESA

Siswa PKL

Praktik Kerja Lapangan (PKL) hari ini akan diberangkatkan ke tempat Iduka sesuai dengan jurusan masing-masing untuk melaksanakan program wajib Sekolah agar siswa dan siswi SMK Negeri 1 Sampang bisa mempraktikkan teori ilmu yang telah didapatkan di Sekolah.

Senin tanggal 15 Februari 2021 seluruh siswa dan siswi diberangkatkan ke tempat praktik masing-masing dengan diantarkan oleh pembimbing yang sudah ditetapkan oleh jurusan masing-masing, diwakili oleh beberapa siswa dan siswi yang ditempatkan di dalam kota Sampang, Kepala Sekolah menyematkan identitas sebagai formalitas tanda siswa dan siswi kelas XI diberangkatkan.

Ini tidak lepas dari protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh semua pihak instansi, banyak hal yang harus dipatuhi untuk saling menjaga agar semua terhindar dari virus Corona ini.

Sempat tertunda pemberangkatan siswa dan siswi membuat beberapa IDUKA harus mengurangi siswa dan siswi yang harus PKL, ada juga kebijakan IDUKA yang harus menunda untuk memberangkatkan siswa dan siswi karena kebijakan perusahaan, seperti yang terjadi di JTV Malang.

Sempat tarik ulur dengan siswa dan wali murid perihal keberangkatan, dan pada akhirnya harus ditunda untuk tidak diberangkatkan ke JTV Malang terlebih dahulu, dan pada akhirnya harus membuat kecewa siswa dan siswi karena harus tertinggal dengan siswa yang lainnya.

Buwono sebagai salah satu kajur di SMK Negeri 1 Sampang ikut menyayangkan karena ada beberapa siswa dan siswi harus ditunda keberangkatannya, karena kebijakan pihak JTV Malang, ini mungkin dampak kita yang terlebih dahulu menunda waktu yang sudah ditentukan, ini harus disikapi secara kepala dingin, karena pihak Sekolah dan IDUKA sama saling membutuhkan, agar ke depan bisa lebih baik lagi.

Imroatul Jannah (Ikada) pemenang Qira’at Internasional adalah Alumni SMAN 2 Sampang

Viralnya video dan pemberitaan tentang Iim panggilan Imroatul Jannah di media sosial membawa Iim sering menjadi trending topik pembicaraan di kalangan lingkungan tempat tinggalnya, kampus dan tidak lupa tempat sekolahnya waktu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.

Terlihat fotonya Iim bersama guru-guru SMAN 2 Sampang di lingkungan Sekolah, saat ini pihak sekolah memberikan apresiasi kepada Imroatul Jannah yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara 1 tingkat Internasional lomba Qira’at.

Apresiasi yang sangat mengharukan karena Iim adalah alumni SMAN 2 Sampang masih yang kini menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Pamekasan.

Sebagai Alumni tentunya pihak sekolah sangat bangga dengan prestasi yang sangat gemilang ini, otomatis bisa meningkatkan minat dan bakat siswa-siswi di SMAN 2 Sampang untuk bisa juga prestasi.

Dari fenomena Imroatul Jannah yang menjadi juara Qira’at tingkat internasional, menjadi sebuah pembelajaran di semua Sekolah, bahwa prestasi tidak hanya di bidang akademik saja, bidang non akademik mereka bisa berprestasi, namun sayangnya tidak banyak pihak Sekolah yang melihat ini, karena terpaku pada akademik saja, padahal setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Menjadi kata kunci pihak Sekolah harus berbenah menentukan potensi para siswa dan siswinya, arahkan siswa dan siswi kepada bidang-bidang yang disukai untuk bisa berkembang lagi, karena pada dasarnya mereka hanya bisa belajar apa yang disukainya sehingga mereka bisa fokus dan terarah, tapi yang jelas tidak melupakan pelajaran akademik lainnya.

Imroatul Jannah, Putri asal Sampang Madura yang mengharumkan Indonesia

Imroatul Jannah

Masa pandemi membuat seluruh kegiatan di dunia harus terbatas, banyak kegiatan harus dialihkan ke dunia maya, tidak terkecuali proses pembelajaran dan lomba yang harus mewajibkan online.

Seperti lomba tingkat internasional Qira’at yang diadakan negara Pakistan, ada putri yang berasal dari Kabupaten Sampang, salah satu kabupaten kecil yang di Madura yang merupakan Provinsi Jawa Timur.

Siapakah dia?, Imroatul Jannah, seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Pamekasan ini berhasil memenangkan juara Qira’at tingkat internasional, sebuah prestasi yang fantastis yang tidak terkoordinir oleh Pemerintah Daerah Sampang.

Menurut informasi Iim adalah putri dari Pak Dasuki, seorang anggota MTD Trunojoyo yang berasal dari Polagan Sampang, cukup aktif untuk kegiatan seni dan kebudayaan Sampang.

Perlunya perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang untuk mengkondisikan dan mengkoordinir potensi pemuda terpendam generasi masa depan bangsa untuk melanjutkan anak cucu kita di bidang apapun sebenarnya, agar setiap potensi ini tidak liar, dan pada akhirnya ketika juara tingkat internasional seperti ini tidak diklaim sepihak oleh Pemerintah, karena Pemerintah Daerah yang minim memberikan apresiasi terhadap potensi generasi muda.

PC Lesbumi NU Sampang, Selalu Siaga untuk bantuan korban banjir

Musim penghujan ini seringkali kota Sampang mendapatkan musibah banjir, banjir kiriman dari utara sungai Robatal dan sungai kamoning sering meluap tanpa ke jalan protokol kota Sampang.

Pada hari senin tanggal 11 Januari 2021 banjir sudah merata di sudut kota Sampang, banyak masyarakat tidak menyangka kedatangan banjir hari ini, karena video yang viral sudah tiga hari yang lalu, namun hari ini genangan air di setiap sudut kota Sampang sangat mengejutkan.

Ketinggian air banjir menurut informasi yang didapatkan kisaran 10 cm sampai dengan 50 cm, tidak begitu tinggi namun merata di setiap sudut kota Sampang utamanya di jalan Melati Mawar dan daerah Kajuk.

Bagi masyarakat yang terdampak ini sangat memberikan efek sangat mengejutkan, karena tidak ada persiapan untuk masak dan mempersiapkan bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari, namun PC Lesbumi NU Sampang selalu siap siaga dengan bantuan nasi bungkus untuk diberikan kepada korban banjir.

Dibawah naungan H. Daiman melalui Lesbumi NU Sampang dan Diya Food sudah lama dan rutin memberikan bantuan seperti nasi bungkus ini, selain faktor kemanusiaan, ini adalah bentuk sedekah keluarga H. Diya Food atas anugerah dan rejeki sehari-hari, ujar H. Daiman.

Bantuan ini harusnya disembunyikan dan tidak perlu orang tahu, khawatir memberikan bantuan dan diketahui banyak orang, ada tendensi hati yang riya’ ingin dipuji orang lain, imbuhnya.

Kita sudah mengajak banyak elemen organisasi masyarakat, organisasi yang ada disekitar untuk bersama berbondong-bondong bahu membahu saling memberikan bantuan untuk korban banjir ini, selain faktor kemanusiaan, ini membantu meringankan Pemerintah Daerah, lanjutnya.

Sampang Banjir Lagi ditengah Pandemi, Faktor Alam atau Tendensi merusak citra Pemerintah Daerah

Lokasi Monumen
11 Januari 2021 | 10.41 WIb

Sampang, 11 Januari 2021 genangan air dari sungai kamoning kembali meluap kota Sampang, pompa air tidak sanggup untuk segera memompa air menuju aliran laut, perbaikannya kemarin yang di klaim gubernur Jatim Ibu Khofifah jebol kembali hingga aliran sungai tidak mampu menampung dan terjadilah banjir di Kota Sampang dan sekitarnya.

Musibah yang sering terulang dan terulang lagi, karena sebagian besar orang merasa ini menghambat roda perekonomian kota Sampang, dan sebagian kecil menjadi sebuah hiburan yang jarang ditemui dan tidak terdampak banjir.

Banjir ini adalah yang ke sekian kalinya dan merata di setiap sudut kota Sampang, tidak ada yang memprediksi sebelumnya bahwa hari ini akan ada banjir, karena banjir datang seharusnya 2 hari yang lalu dengan beredarnya video banjir dari Robatal.

Namun warga Sampang dikagetkan dengan datangnya banjir tiba-tiba, bertepatan dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKPM) oleh Pemerintah pusat Se Jawa-Bali atau sebelumnya dikenal PSBB sampai tanggal 25 Januari 2021.

Tentunya ini harus disikapi bijak oleh warga masyarakat Sampang karena banjir di Sampang menjadi langganan kembali setelah beberapa tahun ini tidak banjir, mungkin karena pompa yang sudah rusak atau ada tendesi lainnya untuk merusak citra Pemerintah Daerah.

Awal Kata dan “Profesi ” Pengemis

Dahulu ada seorang Raja yang sering memberikan sedekah di setiap hari kamis di pusat kota Alun-alun, banyak masyarakat yang berdatangan ke pusat kota Alun-alun untuk menerima sedekah dari raja di setiap hari Kamis, dari kebiasaan itu akhirnya masyarakat menyebut istilah itu dengan “Ngemis”, dan saat ini Ngemis menjadi sebuah profesi yang terkoordinir.

Cerita diatas entah benar atau tidak, namun cukup masuk akal asal mula kata Pengemis, saat sudah menjadi di beberapa kabupaten dan kota besar ataupun kecil, bahkan di kota salah satu Madura Sumenep ada masyarakat yang berprofesi dalam satu kampung sebagai Pengemis.

Penghasilan yang cukup menggiurkan berprofesi sebagai Pengemis saat ini, karena dalam satu hari mereka bisa mendapatkan lebih dari cukup dengan hasil meminta-minta, bahkan melebihi gaji Aparat Sipil Negara setiap bulan.

Pemerintah sering menangkap dan menertibkan Gepeng atau Gelandangan dan Pengemis untuk diberikan pelatihan yang berguna bagi mereka dengan cara mencari uang dengan belajar membuat keterampilan membuat karya yang bisa dijual dan mendapatkan penghasilan, namun mayoritas dari mereka setelah mendapat pelatihan kembali lagi dengan profesi lama sebagai pengemis.

Diberbagai tempat pengemis sudah merata memasuki daerah perkotaan dan juga tingkat kecamatan, utamanya pasar tradisional yang hampir tiap tempat selalu ada orang-orang ibu atau bapak yang cukup berumur untuk meminta-minta kepada orang yang berjualan atau dijumpainya, profesi yang cukup mudah tanpa modal bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan.

Pengemis saat ini sudah menjadi profesi yang menjanjikan, namun cukup meresahkan masyarakat karena mereka menjadi pengemis bukan karena terpaksa untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tapi lebih kepada kebutuhan sekunder dan tersier, jika ini dibiarkan maka suatu saat nanti bisa menjadi sebuah profesi yang sangat hina atau menjadi sampah masyarakat.

Catatan Akhir Tahun 2020 | Gisel Bikin Gempa Gempi

Setiap insan pasti menginginkan keluarga yang utuh, punya keluarga kecil dan berkecukupan, menjadi suatu hal yang natural bagi setiap insan manusia yang normal pada umumnya.

Namun disetiap kehidupan keluarga dipastikan ada kerikil sebagai sandungan yang menyertai dalam kehidupan rumah tangga, entah masalah ekonomi, sosial maupun psikologis.

Masalah besar atau kecil bukan ukuran sebenarnya, namun bagaimana cara menyikapinya, masalah rumah tangga adalah masalah internal keluarga itu sendiri, jika masih bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, selesaikanlah, namun harusnya bisa dengan kepala dingin, salah satu memang harus ada yang mengalah dan menjaga ego masing-masing.

Kasus Gisel adalah cermin sosok perempuan yang tidak berpikir panjang, ketika ada masalah keluarga, ia dengan mudahnya mencari pelampiasan diluar rumah tangganya, fatal dan menjadi konsumsi publik, namun itu ditutupi oleh sang suami yang tidak ingin melihat mantan istrinya bersalah, 3 tahun lebih lamanya kini terungkap, sang suami rela berkorban dengan nama baiknya jelek di publik, tentunya tidak lepas dari anaknya Gempi.

Gempi saat itu masih berusia Balita, belum mengerti apa yang dilakukan oleh sang Ibu, proses yang panjang hidup dengan ibunya selama ini yang sudah ternoda dan jelek di mata publik, entah sampai kapan Gempi bisa mengerti dan memahami semua realita yang sudah dilakukan oleh ibunya, bagaimana kehidupan Gempi nanti ketika sudah di Sekolah, hidup di masyarakat, bagaimana dampak Psikologis Gempi, menghadapi kenyataan bahwa Ibunya sudah Bikin Gempa Gempi.

Covid-19 Varian Baru | Wabup Pamekasan Meninggal Dunia

Sudah setahun lebih lama covid19 menjadi momok virus mematikan bagi seluruh penduduk dunia, virus yang berasal dari China ini melumpuhkan perekonomian hampir seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia saja yang berdampak sangat luar biasa, namun hampir seluruh dunia merasakan dampaknya.

Di Indonesia telah banyak melakukan kebijakan untuk menerapkan acara berkumpulnya acara di masyarakat umum, pengajian, pesta pernikahan dan banyak lainnya untuk menghindari Kerumunan langsung, harus jaga jarak dan harus mematuhi Protokol Kesehatan, sanksi menunggu masyarakat jika melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

Sebagian orang sampai saat ini masih tetap berpikir bahwa virus corona ini tidak berbahaya, karena yang terjangkit adalah orang yang mempunyai penyakit sebelumnya, jarang sekali orang yang sehat bisa terkena dan terserang virus corona, data yang banyak meninggal saat ini adalah data orang yang memang memiliki penyakit sebelumnya sehingga memperparah bagi seseorang dan bisa menyebabkan meninggal dunia.

Virus corona yang semula dianggap tidak berbahaya, kini mulai kembali makan banyak korban, hampir di seluruh kota di Indonesia zona merah dan oranye, tidak ada zona hijau karena virus corona ini yang menurut sumber informasi saat ini ada virus corona varian baru.

Terbukti sudah mulai banyak yang terserang dan menyebabkan meninggal dunia, bahkan umurnya tidak terlalu tua, kisaran 30 sampai 45 tahun, sangat ironi virus corona yang sudah dianggap remeh oleh sebagian besar masyarakat, kini mulai menyerang menjangkiti hingga menyebabkan sebagian masyarakat.

Wakil Bupati Pamekasan yang saat ini ramai di media sosial meninggal dunia juga dikarenakan covid19, ini sangat mengagetkan dan menjadi shock terapi bagi masyarakat Madura pada umumnya, menurut informasi sebelumnya ada penyakit diabetes dan ginjal, sempat dirawat di Rumah Sakit dan setelah itu baru terpapar corona hingga menyebabkan meninggal.